Rupiah Meluncur Jatuh, mendekati level terendahnya

rupiahPosisi Rupiah terus merosot hingga mendekati level terendah yang pernah terjadi pada pertengahan bulan Maret 2015. Sore ini (28/5) Rupiah diperdagangkan di level Rp 13.223 per Amerika, yaitu melemah sejauh 0,26% dibandingkan posisi di sesi penutupan kemarin (27/5). Pergerakan Rupiah bergerak di kisaran Rp 13.183 hingga Rp 13.225 per Serikat. Pada saat perdagangan dibuka tadi pagi, Rupiah sudah menunjukkan gelagat pelemahan dengan turun 0,02% dari posisi penutupan kemarin di posisi Rp 13.191 per .

Josua Pardede, Chief Economist Market dari Permata Bank mengatakan bahwa tahun ini Rupiah diperkirakan akan stabil di level Rp 13.000 terhadap Dolar Amerika Serikat. Dampak upgrading outlook Standar and Poor (S&P) dari yang sebelumnya stagnan hingga menjadi positif juga belum direspons secara antusias oleh para investor. Investor asing dan pelaku pasar masih menunggu konfirmasi dari rating yang akan di-upgrade. Jadi, mau tidak mau, harus menunjukkan kerja keras kepada para investor dan lembaga rating internasional bahwa fundamental Indonesia akan jauh lebih baik di tahun ini.

“Tahun ini belum ada arah di bawah Rp 13.000 per dolar AS. Kondisinya, kita masih mengalami defisit berjalan, sekalipun laju impor sedikit turun tapi ada peluang di semester ke-2 impor barang modal dalam hal pembangunan infrastruktur akan jauh lebih meningkat,” tutur Josua di sela seminar terkait mata uang di Jakarta, Hari ini (28/5).

Loading...