Dolar Loyo, Rupiah Langsung Melesat di Senin Pagi

Rupiah menguat pada perdagangan Senin (31/8) pagi - sindonews.com

langsung melesat tinggi pada Senin (31/8) pagi ketika indeks terpantau bergerak lebih rendah. Menurut paparan Bloomberg Index, Garuda mengawali transaksi hari ini dengan 127 poin atau 0,87% ke level Rp14.505 per AS. Sementara itu, greenback melemah 0,076 poin atau 0,08% ke posisi 92,295 pada pukul 09.23 WIB.

Sebelumnya, sepanjang pekan lalu, seperti dilaporkan CNBC Indonesia, rupiah sudah melenggang ke jalur hijau di tengah kombinasi sentimen positif dan negatif dari dalam negeri, dengan hanya mengalami pelemahan satu hari jelang pengumuman transisi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Jakarta. Sebaliknya, sedang terkena aksi jual investor mengantisipasi kebijakan .

Rupiah sebenarnya dalam kondisi kurang bagus akibat meningkatnya risiko resesi di Indonesia, tetapi dolar AS juga sedang terpuruk setelah The Fed merevisi target inflasi sehingga suku bunga rendah bisa ditahan lebih lama. Kebijakan baru The Fed tersebut kemungkinan masih akan membuat greenback tertekan, dan rupiah berpeluang kembali menguat di awal pekan ini.

Meski demikian, Ekonom Indef, Bhima Yudhistira, seperti dikutip dari Kontan, memperkirakan rupiah punya kecenderungan melemah pada perdagangan Senin ini. Salah satu faktor pemicunya, disebut Bhima, datang dari pengunduran diri PM Jepang, Shinzo Abe, yang masih menguatkan risiko di kawasan Asia.

“Pelaku pasar menanti pengganti dan kemungkinan perubahan stance kebijakan Jepang, yakni ekspansi fiskal dan kebijakan moneter yang akomodatif,” tutur Bhima. “Sementara, sentimen dalam negeri dipengaruhi oleh naiknya positif corona terkonfirmasi sebanyak 3.308 pada 29 Agustus lalu, salah satunya terbanyak disumbang di DKI Jakarta. Ini memengaruhi confidence konsumen untuk berbelanja di ritel.”

Hampir senada, Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan bahwa rupiah diyakini masih akan bergerak fluktuatif di tengah sentimen pasar yang saling bertolak belakang menekan gerak rupiah. Menurut Ibrahim, mata uang Garuda kemungkinan masih bisa saja ditutup stagnan atau melemah terbatas 20-30 poin di level Rp14.620 hingga Rp14.670 per dolar AS.

Loading...