Rabu Sore, Rupiah Melempem Jelang Putusan Federal Reserve

Rupiah - www.komoditas.co.idRupiah - www.komoditas.co.id

JAKARTA – Rupiah praktis tidak memiliki cukup tenaga untuk bangkit ke area hijau pada Rabu (10/6) sore, ketika indeks terpantau bergerak naik di tengah penantian investor akan hasil rapat Federal Reserve. Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda berakhir melemah tajam 90 poin atau 0,65% ke level Rp13.980 per .

Sementara itu, data yang diterbitkan Bank hari ini menunjukkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.083 per dolar AS, terdepresiasi 110 poin atau 0,79% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.973 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, sejumlah mata uang juga tidak berdaya melawan , seperti yang dialami rupee India dan dolar Hong Kong.

“Sebenarnya, potensi rupiah untuk bergerak menguat pada perdagangan kali ini sangat terbuka lebar,” tutur Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, disalin Bisnis. “Aliran modal asing masih masuk ke Indonesia akibat rilis Indonesia pada Mei yang naik menjadi 2,6 miliar dolar AS. Sentimen itu pun berhasil menutupi katalis negatif dari perkiraan Bank Dunia terhadap Indonesia.”

Sayangnya, sentimen tersebut belum cukup membantu mata uang untuk bergerak naik, karena indeks dolar AS mampu menguat, walau tipis, ketika investor menantikan hasil putusan rapat dua hari Federal Reserve. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,006 poin atau 0,01% ke level 96.330 pada pukul 11.22 WIB, melanjutkan tren positif di pagi hari.

Seperti diberitakan Reuters, fokus utama pasar saat ini adalah pertemuan kebijakan Fed yang akan berakhir hari ini waktu setempat. Meskipun tidak ada perubahan besar yang diharapkan, kenaikan imbal hasil baru-baru ini telah mendorong dolar AS karena meningkatnya tanda-tanda bahwa ekonomi AS mulai stabil, walau pemulihan penuh dari wabah coronavirus masih jauh.

“The Fed mampu menunggu dan melihat kontrol kurva imbal hasil karena ekonomi AS telah melewati fase krisis dan baru saja memasuki fase penyembuhan,” terang kepala strategi mata uang di Mizuho Securities di Tokyo, Masafumi Yamamoto. “Pasar menjadi terlalu optimistis dan menyesuaikan lebih rendah, tetapi ini adalah peluang bagus untuk membeli dolar AS.”

Loading...