Rupiah Melempem di Awal Pekan Usai Long Weekend

rupiah melemah

Selepas long weekend bertepatan dengan , langsung bergerak loyo pada awal Senin (4/9) ini. Seperti dilaporkan Index, Garuda membuka transaksi dengan melemah 27 poin atau 0,20% ke level Rp13.345 per dolar . Sebelumnya, spot ditutup di posisi Rp13.318 per dolar pada perdagangan Jumat (1/9) lalu.

Rupiah tampaknya tidak bisa memanfaatkan momen laporan terbaru dari Paman Sam yang menunjukkan tenaga kerja baru di tersebut cenderung melemah. Pasalnya, berita mengenai keberhasilan Korea Utara dalam melakukan uji coba bom hidrogen pada Minggu (3/9) kemarin merontokkan bursa di sekaligus kembali mengangkat pamor aset safe haven.

Mata uang yen Jepang dan franc Swiss membukukan penguatan terbesar di antara mata uang utama dan harga emas naik 0,9% setelah Korea Utara menyatakan telah berhasil menguji bom hidrogen dengan kekuatan dahsyat. Imbasnya, daya tarik aset berisiko pun mengecil seiring beralihnya minat pada aset yang lebih aman.

“Saya membayangkan akan ada reaksi cepat dari Asia yang kemungkinan akan mereda di sore hari seiring dengan asumsi bahwa ini bukanlah situasi yang akan meningkat menjadi perang,” ujar Kepala Ekonom di Renaissance Capital, Charles Robertson, seperti dilansir Bloomberg. “Dugaan saya adalah hal ini tidak akan meningkat menjadi perang dan reaksi pasar tidak akan signifikan untuk waktu yang lama.”

Rupiah sebenarnya berpeluang menguat pada awal perdagangan hari ini setelah Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa tercipta 156.000 tenaga kerja baru di Paman Sam pada bulan Agustus 2017, atau lebih rendah dari ekspektasi pasar. Dengan data yang negatif ini, para investor menyimpan harapan bahwa Federal Reserve bakal menahan diri untuk menaikkan lanjutan.

“Pasar tampaknya tengah terpaku dengan kabar terbaru tentang perekonomian,” papar Senior Global Equity Strategist Wells Fargo Investment Institute, Scott Wrenn. “Hal ini membuat pasar berharap Federal Reserve tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga acuan mereka.”

Loading...