Selepas Idul Adha, Rupiah Berbalik Drop di Awal Pekan

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (12/8) pagi selepas Idul Adha - www.industry.co.id

JAKARTA – harus berbalik ke zona merah pada perdagangan Senin (12/8) pagi selepas , ketika indeks AS perlahan mengembalikan tenaganya. Menurut paparan Index, Garuda dibuka melemah 12 poin atau 0,08% ke level Rp14.205 per AS. Sebelumnya, spot sempat ditutup menguat 19 poin atau 0,13% di posisi Rp14.194 per AS pada akhir pekan (9/8) kemarin.

Sementara, indeks mampu bangkit dari zona merah di awal pekan. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,027 poin atau 0,03% ke level 97,518 pada pukul 08.23 WIB. Sebelumnya, greenback berakhir melemah 0,127 poin atau 0,13% di posisi 97,491 pada Jumat waktu setempat saat lebih memburu aset safe haven.

“Ada sejumlah sentimen eksternal dan internal yang akan menjadi pemberat laju rupiah pada awal pekan ini,” tutur Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim. “Dari eksternal di antaranya, pertama, Bank Rakyat Tiongkok menetapkan referensi titik tengah untuk yuan pada 7,0136 pada hari Jumat, level paling lemah sejak April 2008.”

Kedua, ditambahkan Ibrahim, adalah data soal klaim pengangguran mingguan AS yang turun, yang menunjukkan bahwa perlambatan ekonomi AS masih belum mencapai setidaknya beberapa bagian pasar . Klaim awal turun menjadi 209.000 untuk pekan yang berakhir 3 Agustus, menurut Departemen AS. Data untuk minggu sebelumnya direvisi untuk menunjukkan 2.000 aplikasi lebih banyak diterima daripada yang dilaporkan sebelumnya.

“Ketiga, dalam dua hari terakhir, sudah empat bank sentral yang menurunkan acuan, yaitu Selandia Baru, India, Thailand, dan Filipina,” sambung Ibrahim. “Bahkan, Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Philip Lowe, memperingatkan bahwa bank sentral mungkin harus menurunkan lagi jika pengangguran naik dan inflasi tetap lemah.”

Analis Monex Investindo, Faisyal, menambahkan bahwa rupiah berpotensi turun awal pekan ini dan bergerak di kisaran Rp14.090 hingga Rp14.270 per dolar AS. Penurunan mata uang Garuda terutama dipengaruhi kekhawatiran pasar mengenai ketegangan perdagangan AS dan yang tidak kunjung berakhir.

Loading...