Jumat Sore, Rupiah KO di Transaksi Terakhir November

Rupiah - ekonomi.kompas.comRupiah - ekonomi.kompas.com

JAKARTA – gagal merangsek ke teritori hijau pada Jumat (29/11) sore, ketika greenback cenderung bergerak lebih rendah di tengah perkembangan lebih lanjut negosiasi antara AS dan China. Menurut catatan Index pada pukul 15.58 WIB, Garuda berakhir melemah 16 poin atau 0,12% ke level Rp14.108 per dolar AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan berada di posisi Rp14.102 per dolar AS, terdepresiasi tipis 3 poin atau 0,02% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.099 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia fluktuatif terhadap greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,19% dialami won Korea Selatan dan kenaikan tertinggi sebesar 0,07% dialami peso Filipina.

Won harus terjerembab ke area negatif, setelah Bank of Korea menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun depan menjadi 2,3%. Sementara itu, sebagian besar mata uang emerging market lainnya bergerak tipis di transaksi terakhir bulan November. “Mata uang Asia bergerak sideways dengan karena menunggu perkembangan lebih lanjut negosiasi AS-China,” tutur kepala strategi makro Asia di Westpac Banking Corp., Frances Cheung.

Dari pasar , indeks dolar AS harus berkutat di zona merah pada hari Jumat, meski data ekonomi AS terbaru menujukan pijakan yang kuat, mendorong untuk mengurangi kembali perkiraan penurunan suku bunga. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,057 poin atau 0,06% ke level 98,313 pada pukul 13.09 WIB.

Dilansir Reuters, greenback cenderung pada pekan ini, didukung harapan bahwa AS dan China memang dalam proses negosiasi gencatan senjata serta data ekonomi AS yang kuat. The Fed juga menunjukkan prospek optimis di tengah tanda-tanda kekuatan pasar tenaga kerja dan kemungkinan perubahan dalam bisnis.

Pertumbuhan ekonomi AS sedikit meningkat pada kuartal ketiga 2019, berbeda dengan indikator lain yang menunjukkan perlambatan dalam aktivitas global. Investor pun mengurangi taruhan penurunan suku bunga untuk tahun ini, dengan memberi peluang 5% The Fed akan menaikkan suku bunga bulan depan dan sebagian besar mengharapkannya untuk tetap stabil.

Loading...