Terpeleset, Rupiah Dibuka Melemah Tipis pada Selasa Pagi

Rupiah - www.beritamoneter.comRupiah - www.beritamoneter.com

JAKARTA – harus terpeleset pada Selasa (24/11) pagi di tengah euforia kabar vaksin virus . Menurut penuturan Bloomberg Index pukul 09.00 WIB, Garuda dibuka melemah super tipis, 1 poin atau 0,01% ke level Rp14.150 per dolar AS. Sebelumnya, spot sempat berakhir menguat 16 poin atau 0,11% di posisi Rp14.149 per dolar AS pada Senin (23/11) petang.

Penguatan yang dialami rupiah kemarin, seperti dipaparkan Bisnis, salah satunya dipengaruhi kabar vaksin virus corona. Kepala Tim Program Akselerasi Vaksin AS, Moncef Slaoui, mengatakan, proses vaksinasi virus corona dimulai pada 11 Desember atau 12 Desember mendatang. Sementara itu, Inggris sudah memberikan persetujuan regulasi untuk vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech pada pekan ini.

farmasi AS, Pfizer, telah resmi mengajukan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) terhadap vaksin virus corona yang mereka kembangkan kepada otoritas pengawas dan makanan AS (US FDA). Ini adalah proposal izin EUA pertama yang diajukan ke FDA. FDA memang belum bisa berkomentar kapan EUA bisa diberikan. Namun, mereka yang jelas akan mengadakan rapat pleno pada 10 Desember 2020.

Dari dalam negeri, Menteri BUMN, Erick Thohir, menuturkan bahwa pada akhir Desember 2020, vaksin virus corona akan segera didistribusikan ke sakit. Hal ini sedikit menenangkan yang sebelumnya dikhawatirkan terkait kabar vaksin yang mungkin baru akan didistribusikan di akhir kuartal pertama 2021 mendatang.

“Pada perdagangan hari ini, rupiah berpeluang kembali menguat melihat sentimen pasar yang sedang bagus, termasuk bursa saham AS yang naik pada Senin waktu setempat,” ulas analisis CNBC Indonesia. “Presiden AS terpilih, Joe Biden, yang menunjuk mantan ketua Federal Reserve, Janet Yellen, sebagai menteri , disambut baik oleh pelaku pasar. Pelaku pasar percaya wanita tersebut akan fokus membenahi perekonomian, dan tidak terlibat masalah politik.”

Meski begitu, mata uang domestik belum aman dari risiko koreksi. Pasalnya, tanda-tanda depresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula, dan seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot.

Loading...