Rupiah Melemah Tipis Imbas Ketidakpastian Kondisi Politik Domestik

Rupiah kembali melemah pada awal perdagangan Selasa (18/4) ini imbas ketidakpastian kondisi politik dalam negeri jelang Pilkada DKI putaran kedua serta pelemahan indeks AS yang mulai menipis. Seperti diberitakan Index, Garuda mengawali transaksi dengan melemah 2 poin atau 0,02% ke level Rp13.288 per . Kemudian, pada pukul 08.37 WIB, spot kembali 10 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.296 per dolar AS.

Menurut riset harian Samuel Sekuritas, pergerakan memang cenderung melemah dalam jangka pendek, terutama berkaitan dengan proses Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang berlangsung Rabu (19/4) esok. “Meski dagang Indonesia bisa menjaga likuiditas dolar AS, tetapi ketidakpastian politik masih bertahan,” tulis riset tersebut.

“Surplus dagang yang konsisten tinggi gagal menopang rupiah yang saat ini pergerakannya lebih didominasi ketidakpastian menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua,” sambung Samuel. “Dalam jangka menengah, ruang penguatan mata uang Garuda memang terbuka meski akan cenderung lemah dalam jangka pendek.”

Sementara itu, dari , pelemahan indeks dolar AS mulai menipis setelah Menteri Keuangan Paman Sam, Steven Mnuchin, mengatakan kepada Financial Times bahwa penguatan greenback adalah suatu hal yang baik dan bahwa pernyataan Presiden sebelumnya mengenai dolar AS hanya bersifat sementara. Setelah ditutup melemah, dolar AS pagi ini kembali naik 0,050 poin atau 0,05% ke level 100,340 pada pukul 06.58 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS memang terus bergerak melemah akibat ketegangan geopolitik terkait hubungan antara AS dengan Korea Utara. Selain itu, mata uang Paman Sam juga terbebani oleh data ekonomi negara tersebut yang menunjukkan penjualan retail turun pada bulan Maret, sedangkan harga konsumen turun untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun.

Loading...