Rupiah Melemah Tipis di Awal Dagang Imbas Hard Brexit

diprediksi masih akan melanjutkan tren pelemahan pada Selasa (17/1) ini imbas hard Brexit. Seperti diwartakan Index, Garuda membuka hari ini dengan pelemahan tipis 3 poin atau 0,02% ke Rp13.365 per . Sementara itu, indeks ditutup stagnan di level 101,18 pada perdagangan Senin (16/1) waktu AS atau Selasa pagi WIB.

“Menjelang pidato Perdana Menteri Inggris, Theresa May, sebagian besar mata uang memang cenderung tertekan,” ujar Ekonom , Josua Pardede. “Pasar menanti pidato PM Inggris tersebut yang berniat mempercepat negosiasi Inggris dengan Uni Eropa.”

Sementara itu, Analis Esandar Arthamas Berjangka, Tony Mariano, menambahkan bahwa selain proses hard Brexit itu, ketidakpastian yang tinggi menjelang pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS yang baru masih akan memengaruhi pergerakan rupiah dalam sepekan ke depan. ”Rupiah hari ini kemungkinan bergulir di kisaran Rp13.325 hingga Rp13.400 per AS,” kata Tony.

Hampir senada, Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, menuturkan bahwa potensi pelemahan lanjutan bagi rupiah masih terbuka, kali ini imbas pelemahan pound sterling seiring dengan pernyataan Theresia May yang tetap mengonfirmasi keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Menurut Reza, masalah imigrasi dan perbatasan memberikan imbas negatif pada sejumlah mata uang.

“Rupiah kemungkinan bergerak di kisaran support di level Rp13.380 per dolar AS dan resistance di posisi Rp13.340 per dolar AS,” tutur Reza. “Tetap cermati berbagai sentimen yang berpotensi membuat rupiah melemah lebih lanjut.”

Sebelumnya, pada sesi perdagangan kemarin, mata uang Garuda harus ditutup turun 24 poin atau 0,18% ke level Rp13.362 per dolar AS meski mengawali sesi dagang di zona hijau. Rupiah melemah ketika neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2016 diumumkan mencapai surplus.

Loading...