Rupiah Melemah Tipis 2 Poin di Tutup Tahun 2016

ternyata tidak mampu mempertahankan tren positif di perdagangan akhir tahun 2016 ini. Menurut Bloomberg Index pukul 15.58 WIB, Garuda harus menutup perdagangan hari ini (30/12) dengan pelemahan tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.473 per , meski sepanjang hari bergerak di zona hijau.

Rupiah sebenarnya sudah menguat sejak awal dagang dengan 26 poin atau 0,19% ke posisi Rp13.445 per dolar AS. Siang hari pukul 12.14 WIB, mata uang Garuda kembali terapresiasi 35 poin atau 0,26% ke level Rp13.436 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.38 WIB, spot masih bertahan di teritori positif usai 24 poin atau 0,18% ke Rp13.447 per dolar AS. Sayangnya, mata uang Garuda harus terpeleset di detik-detik akhir perdagangan.

Menurut SoeGee Futures, Nizar Hilmy, pergerakan rupiah sebenarnya cukup stabil. Bahkan, sepanjang bulan Desember, mata uang domestik menguat hingga 0,6%, sekaligus lebih baik ketimbang bulan November yang ambruk hingga 3,8%. “Setelah kenaikan , ada sedikit penguatan pada rupiah,” kata Nizar.

“Cadangan devisa dalam negeri juga masih cukup membantu untuk ketersediaan likuiditas, selain kenaikan peringkat oleh Fitch Ratings,” sambung Nizar. “Ke depan, penopang pergerakan rupiah akan berasal dari penerimaan dana tax amnesty yang telah berhasil terkumpul hingga Rp105 triliun selama periode pertama dan kedua.”

Sementara itu, menetapkan kurs tengah siang tadi di level Rp13.436 per dolar AS, meningkat 37 poin atau 0,27% dibandingkan perdagangan kemarin yang berada di posisi Rp13.473 per dolar AS. Di saat yang sama, pergerakan mayoritas mata uang cenderung menguat terhadap dolar AS, dengan penguatan paling tajam dialami won Korea Selatan dan peso Filipina yang sama-sama naik 0,3%.

Loading...