Senin Sore, Rupiah Merah Tertekan Sentimen Serangan Minyak Arab

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (16/9) sore - www.liputan6.com

JAKARTA – harus menerima nasib terdampar di teritori merah pada Senin (16/9) sore, ketika berbondong-bondong memburu aset safe haven menyusul serangan terhadap fasilitas mentah Arab Saudi. Menurut catatan Index pada pukul 15.55 WIB, mata uang Garuda melemah 75 poin atau 0,54% ke level Rp14.042 per AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.020 per , terdepresiasi 70 poin atau 0,50% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.950 per . Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga bergerak turun terhadap , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,71% dialami rupee India.

Dari global, indeks dolar AS relatif bergerak fluktuatif pada hari Senin, seiring dengan tingginya minat investor terhadap aset safe haven menyusul serangan terhadap fasilitas penyulingan Arab Saudi yang mengganggu pasokan minyak mentah. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,023 poin atau 0,02% ke level 98,280 pada pukul 15.31 WIB, setelah dibuka di zona merah.

Seperti diberitakan Reuters, harga minyak dunia melonjak lebih dari 15% setelah serangan terhadap dua pabrik minyak Arab Saudi, termasuk fasilitas pemrosesan minyak bumi terbesar di dunia di Abqaiq, dan menurunkan lebih dari 5% pasokan minyak global. Kelompok bersenjata Houthi mengklaim bertanggung jawab atas kerusakan itu, tetapi AS telah menuding Iran sebagai pelaku serangan.

Serangan-serangan itu membalikkan kenaikan aset berisiko yang sangat besar minggu lalu dan mendorong Presiden AS, Donald Trump, untuk menuliskan tweet bahwa Amerika Serikat ‘locked and loaded’ untuk mendapat merespon serangan. Aset safe haven seperti yen Jepang menguat 0,3% menjadi 107,79 per dolar AS, sedangkan franc Swiss naik 0,4% ke level 0,9883 terhadap greenback.

“Aliran alami melalui harga (minyak) yang lebih tinggi telah membuat NOK dan CAD unggul, dan kami mungkin akan melihat performa yang lebih baik untuk rubel (Rusia) nanti,” kata kepala penelitian di pialang saham Pepperstone Group di Melbourne, Chris Weston. “Kami telah mengamati dengan saksama, dan kami siap untuk menumpuk kembali yen Jepang setelah reposisi pekan lalu.”

Loading...