Pasar Tunggu RDG BI, Rupiah Melemah di Akhir Selasa

Rupiah - faktualnews.coRupiah - faktualnews.co

JAKARTA – harus puas tertahan di teritori merah pada perdagangan Selasa (20/8) sore di tengah penantian mengenai tinjauan Bank Indonesia dalam rapat kebijakan yang akan berlangsung tengah pekan. Menurut data Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda berakhir melemah 30 poin atau 0,21% ke level Rp14.268 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.262 per dolar AS, terdepresiasi 59 poin atau 0,41% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.203 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang juga tidak berdaya melawan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,26% dialami rupee India.

Seperti diberitakan Bloomberg, mata uang domestik melemah untuk pertama kalinya dalam tiga haru karena menantikan tinjauan Bank Indonesia dalam rapat kebijakan pada tengah pekan ini. Menurut 16 dari 23 ekonom yang disurvei, bank sentral diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%, sedangkan sisanya memperkirakan ada pemangkasan hingga 5,5%.

“Rupiah kemungkinan akan tertahan menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia karena pasar terpecah tentang proyeksi keputusan suku bunga,” tutur kepala analis makro Asia di Westpac, Frances Cheung. “Kami percaya Bank Indonesia mungkin ingin berhenti sejenak karena sentimen risiko belum pulih secara berkelanjutan.”

Dari pasar , indeks dolar AS masih relatif stabil pada hari Selasa, menyusul ekspektasi stimulus bank sentral dunia dan peningkatan selera terhadap aset berisiko yang mengatrol imbal hasil Treasury AS. Mata uang Paman Sam terpantau hanya melemah tipis 0,021 poin atau 0,02% ke level 98,326 pada pukul 12.39 WIB, setelah kemarin berakhir positif.

Dikabarkan Reuters, imbal hasil Treasury AS bangkit dari posisi terendah tiga tahun, sebagian karena dibantu oleh prospek Jerman yang mengabaikan aturan anggaran berimbang untuk meningkatkan pengeluaran dan langkah-langkah ekonomi pemerintah China. People’s Bank of China menetapkan suku bunga kredit baru yang sedikit lebih rendah, yang dirancang untuk menurunkan biaya pinjaman .

“Dolar AS bergerak lebih tinggi secara keseluruhan, mengikuti rebound dalam imbal hasil Treasury AS,” tutur ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Prospek pemerintah Jerman yang memulai stimulus adalah titik balik dan dolar AS telah mendapatkan momentum (penguatan) sejak saat itu.”

Loading...