Senin Pagi, Rupiah Melemah Jelang Rilis Neraca Perdagangan

Rupiah melemah awal pekanRupiah melemah awal pekan - investor.id

JAKARTA – sedikit terpeleset pada awal pekan (16/12) ini jelang rilis perdagangan. Menurut Index, Garuda mengawali transaksi dengan melemah tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.995 per . Sebelumnya, spot berhasil menutup perdagangan akhir pekan (13/12) dengan menguat 43 poin atau 0,3% di posisi Rp13.990 per AS.

“Rupiah berpotensi menguat didorong berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap negosiasi dagang setelah pernyataan sepakat dari pejabat dan AS, sehingga meningkatkan minat aset berisiko,” papar Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir Bisnis. “Rupiah berpotensi menguat ke Rp13.900 per dengan resisten di kisaran Rp14.050 per .”

Meski demikian, penguatan rupiah dinilai tidak akan terlalu signifikan karena dalam kesepakatan tahap pertama tersebut, pemerintah AS hanya menunda pengenaan tarif yang seharusnya diberlakukan tanggal 15 Desember kemarin. Selain itu, belum jelas pula jumlah produk pertanian AS yang akan dibeli oleh China yang merupakan bagian dari kesepakatan ‘fase satu’.

Hampir senada, analis Monex Investindo, Futures Faisyal, juga mengatakan bahwa belum jelasnya tanggal penandatanganan kesepakatan dagang ini berpotensi menghambat mata uang rupiah untuk menguat lebih tinggi. Kedua negara adikuasa, seperti diketahui, belum mengungkapkan kapan penandatanganan kesepakatan dagang fase pertama ini dilakukan.

Di sisi lain, ekonom Pefindo, Fikri C. Permana, memaparkan bahwa pada perdagangan pekan ini, rupiah masih akan cenderung bergerak stabil, walaupun diuntungkan oleh kondisi ketegangan hubungan dagang AS dan China yang telah mereda. Dia menilai, kemungkinan indeks dolar AS yang akan berbalik menguat dan sikap investor yang mulai mengambil aksi ambil untung seiring dengan libur panjang di akhir tahun.

Sementara itu, dari dalam negeri, pelaku pasar saat ini menantikan laporan Indonesia bulan November 2019 yang menurut rencana akan dirilis siang nanti. Beberapa ekonom memprediksi akan melanjutkan tren positif. Jika sebelumnya berhasil mencatat surplus sebesar 161 juta dolar AS, maka kali ini diperkirakan surplus Rp309 juta dolar AS.

Loading...