Selasa Sore, Rupiah Merah Meski Rating Utang Indonesia Stabil

Rupiah - Kabarin.coRupiah - Kabarin.co

JAKARTA – Rupiah tetap gagal mengatrol posisi ke area hijau pada perdagangan Selasa (28/1) sore ketika sentimen dari Fitch Rating dikalahkan oleh serangan virus corona yang merontokkan mayoritas kurs di . Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.48 WIB, Garuda melemah 29 poin atau 0,21% ke level Rp13.644 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.647 per dolar AS, terdepresiasi 35 poin atau 0,26% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.612 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia harus terjerembab ke area merah, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,60% menghampiri ringgit Malaysia.

Rupiah harus memerah meski Fitch Rating, lembaga pemeringkat internasional, mempertahankan surat utang Indonesia di level BBB pada awal tahun ini. Menurut Fitch, cukup stabil karena beban utang pemerintah relatif rendah dibandingkan negara peers dengan rating yang sama. Porsi utang pemerintah diprediksi berada di kisaran 30,1% dari bruto (PDB) sepanjang 2020.

Namun, dilansir CNBC, wabah virus corona masih menjadi hantu yang menekan pergerakan kurs di Benua Kuning. Menurut laporan terbaru dari Komisi Kesehatan Nasional China, pada Senin (27/1) kemarin, jumlah korban meninggal dunia di negara tersebut akibat virus corona menjadi 106 orang dan jumlah total kasus yang dikonfirmasi menjadi 4.515 kasus.

Wabah itu diperkirakan akan melukai ekonomi terbesar kedua di dunia, ketika pemerintah Negeri Panda meningkatkan langkah-langkah pencegahan, memberlakukan pembatasan perjalanan, dan memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek untuk membatasi penyebaran virus. Di tengah kekhawatiran wabah yang lebih luas, AS dan Kanada memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke China.

Saham Asia memperpanjang aksi jual karena kekhawatiran meningkat atas wabah virus. Mata uang Negeri Tirai Bambu pun harus turun mendekati level terendah sejak 30 Desember 2019. Yuan offshore terpantau menyentuh posisi 6,9813 terhadap dolar AS pada pagi tadi, sebaliknya yen Jepang sebagai aset safe haven bergerak stabil di posisi 109,01 per dolar AS.

“Kita masih belum tahu skala penuh dari wabah ini, yang bukan hanya masalah kesehatan masyarakat, tetapi juga masalah ekonomi,” tutur kepala riset pasar global di MUFG Bank, Tokyo, Minori Uchida, dilansir Reuters. “Ada kekhawatiran tentang dampaknya pada pariwisata dan ekonomi China, yang memengaruhi perkiraan pertumbuhan ekonomi global. Yuan kemungkinan akan menghadapi penjualan, dan yen kemungkinan akan naik.”

Loading...