Akhir Rabu, Rupiah Melemah Jelang Putusan The Fed

Rupiah dan Dolar - sindonews.comRupiah dan Dolar - sindonews.com

JAKARTA – gagal bangkit ke area hijau pada perdagangan Rabu (17/3) sore menjelang hasil pertemuan kebijakan yang diprediksi masih akan menahan suku bunga acuan. Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 14.57 WIB, Garuda ditutup melemah 17,5 poin atau 0,12% ke level Rp14.427,5 per dolar AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan pukul 10.00 WIB tadi menempatkan acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.459 per dolar AS, terdepresiasi 35 poin atau 0,24% dari sebelumnya di level Rp14.424 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang juga tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,38% dialami rupiah.

“Tekanan terhadap rupiah disebabkan penguatan dolar AS seiring dengan naiknya imbal hasil AS. Di sisi lain, data dari dalam negeri belum mampu menopang rupiah,” tutur analis Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto, dilansir dari Bisnis. “Memang, publikasi neraca dagang masih belum bisa meredam volatilitas . Tekanan masih tinggi, terkait erat dengan pergerakan yield US Treasury.”

Dari pasar global, dolar AS masih mengungguli sejumlah mata uang utama pada hari Rabu karena investor menantikan hasil rapat kebijakan Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk kapan bank mulai menaikkan suku bunga atau membiarkan imbal hasil obligasi naik lebih lanjut. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,046 poin atau 0,05% ke level 91,911 pada pukul 14.19 WIB.

“Kemungkinan perkiraan ekonomi FOMC akan mengakui gambaran yang membaik tahun ini, tetapi akan terus menunjukkan jalan panjang menuju kondisi yang konsisten dengan lapangan kerja maksimum yang akan memberikan tekanan berkelanjutan pada inflasi,” kata ahli strategi Morgan Stanley, Matthew Hornbach, dilansir dari Reuters. “The Fed menjadi lebih dovish dari yang diharapkan, membuat dolar AS bergerak lebih rendah dalam waktu dekat, terutama terhadap mata uang berisiko.”

Loading...