Rabu Sore, Rupiah Menguat Tipis Jelang Putusan The Fed

Rupiah - www.tangandiatas.comRupiah - www.tangandiatas.com

JAKARTA – berbalik naik pada akhir Rabu (28/7) ketika pasar menantikan hasil rapat kebijakan untuk petunjuk tentang waktu pengurangan saat pembuat kebijakan menghadapi lonjakan AS. Menurut Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda ditutup menguat tipis 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.487,5 per AS

Sementara itu, mata uang di kawasan Benua terpantau bergerak terhadap greenback. Beberapa yang mengalami penguatan adalah dolar Taiwan yang naik 0,1%, ringgit Malaysia yang naik 0,07%, dan yuan China yang naik 0,05%. Sebaliknya, won Korea Selatan harus 0,4%, diikuti yen Jepang yang terdepresiasi 0,07% dan rupee India yang turun 0,06%.

“Rupiah berpotensi menguat pada perdagangan hari ini, tetapi penguatannya bersifat terbatas,” ujar analis pasar uang, Ariston Tjendra, dilansir dari CNN Indonesia. “Pasar masih menantikan hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve pada dini hari nanti (waktu Indonesia), sehingga penguatan mungkin tidak jauh karena faktor bank sentral AS tersebut.”

Dari pasar , dolar AS sedikit turun dari posisi tertinggi baru-baru ini pada hari Rabu imbas penurunan yang dialami imbal hasil obligasi AS dan oleh keraguan menjelang pertemuan Federal Reserve, sedangkan mata uang safe haven lainnya diburu setelah kejatuhan yang mengerikan di pasar ekuitas China. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,003 poin ke level 92,439 pada pukul 10.29 WIB.

Seperti diwartakan Reuters, indeks Hang Seng Hong Kong mengalami aksi jual paling tajam dalam lebih dari satu tahun pada hari Selasa (27/7) kemarin, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang tindakan keras pemerintah China terhadap sektor teknologi dan lainnya dan kegelisahan meluas ke pasar AS. Penurunan imbal hasil riil AS, yang mencapai rekor terendah lainnya pada tenor 10-tahun semalam, juga memberikan pengaruh terhadap greenback dan prospek ekonomi global.

Dolar telah menikmati reli selama sebulan setelah pergeseran hawkish dari The Fed pada bulan Juni lalu, dan sekarang pasar menunggu untuk melihat apakah ada lebih banyak petunjuk tentang waktu pengurangan saat pembuat kebijakan menghadapi lonjakan inflasi AS. Bank sentral AS dijadwalkan menerbitkan pernyataan mereka pada pukul 18.00 GMT, diikuti konferensi pers setengah jam kemudian.

“Kejutan hawkish lainnya tidak mungkin (terjadi) dan investor kemungkinan mencari perubahan nada atau penekanan,” kata ahli strategi Westpac, Imre Speizer. “Bank sentral sudah mengatakan mereka berbicara tentang tapering dan mereka akan mengatakan itu lagi. Mereka sudah mengatakan inflasi sementara dan mereka akan mengatakannya lagi. Itu hanya perubahan halus dalam bahasa yang menyebabkan reaksi.”

Loading...