Senin Sore, Rupiah Merah Dihantui Sentimen Perang Dagang

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (12/8) sore - www.cnbcindonesia.com

JAKARTA – praktis tidak mampu beranjak ke zona hijau hingga perdagangan Senin (12/8) sore setelah sentimen perdagangan -China masih menghantui, membuat investor berburu aset safe haven. Menurut paparan Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda melemah 56 poin atau 0,39% ke Rp14.250 per AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.220 per dolar AS, terdepresiasi 25 poin atau 0,17% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.195 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga tidak berdaya melawan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,43% dialami won Korea Selatan.

Dari global, aset safe haven semakin diburu sedangkan indeks dolar AS berusaha defensif di tengah kekhawatiran investor mengenai perang perdagangan AS-China yang tidak kunjung berakhir. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,051 poin atau 0,05% ke level 97,542 pada pukul 14.01 WIB setelah akhir pekan kemarin berakhir drop.

Seperti diberitakan Reuters, dolar AS mencoba bertahan terhadap yen sebagai aset safe haven pada hari Senin, di tengah sengketa perdagangan AS dan China yang tampaknya akan berlarut-larut tanpa penyelesaian yang terlihat. Sementara itu, liburan di Jepang dan Singapura membuat aktivitas perdagangan cenderung tipis.

Kekhawatiran masih melekat di kalangan investor setelah Presiden AS, , pada hari Jumat (9/8) kemarin mengatakan bahwa dirinya tidak siap untuk membuat kesepakatan dengan China. Goldman Sachs pun memangkas perkiraan ekonomi AS, memperingatkan bahwa kesepakatan perdagangan tidak mungkin terjadi sebelum pemilihan presiden tahun 2020. “Secara keseluruhan, kami telah meningkatkan perkiraan kami tentang dampak perang ,” kata Goldman Sachs.

Seiring melemahnya indeks dolar AS, nilai tukar yen terpantau lanjut menguat 0,21 poin atau 0,20% ke level 105,47 per dolar AS, setelah ditutup menguat 0,38 poin atau 0,36% di posisi 105,68 pada akhir pekan kemarin. Sebagai aset safe haven, yen memang kerap diburu investor di tengah kondisi kekhawatiran dan ketidakpastian geopolitik.

Loading...