Pasar Cermati Progres AS-China, Rupiah Berakhir Melemah

Rupiah - www.aktual.comRupiah - www.aktual.com

JAKARTA – gagal mengatrol posisi ke teritori hijau pada Selasa (24/9) sore, di tengah penguatan stabil yang dialami greenback ketika cenderung bersikap wait and see terkait sengketa antara AS dan China. Menurut catatan Index pada pukul 15.39 WIB, mata uang Garuda melemah 29 poin atau 0,21% ke level Rp14.114 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.099 per dolar AS, terdepresiasi 22 poin atau 0,15% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.077 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang Asia bergerak terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,17% dialami rupee India dan pelemahan terdalam sebesar 0,16% menghampiri baht Thailand.

Dari , indeks dolar AS stabil bergerak di zona hijau pada hari Selasa, ketika investor mencermati tanda-tanda progres pembicaraan perdagangan antara AS dan China. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,068 poin atau 0,07% ke level 98,667 pada pukul 12.29 WIB, melanjutkan penguatan di sesi sebelumnya.

“Dolar AS naik secara default karena teknis ketimbang hal-hal spesifik terkait AS,” tutur Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets di Sydney. “Volume perdagangan cenderung rendah karena sebagian besar investor tetap menunggu berita terbaru (AS-China). Perdagangan tidak pernah jauh dari radar pasar, tetapi saya pikir pasar mata uang semakin berharap (ketegangan AS-China) akan berlarut-larut, dan optimisme telah menghilang.”

Kenaikan dolar AS juga didukung pelemahan yang dialami euro, karena survei terbaru menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di kawasan Benua Eropa mandek, dan bahkan tampak mundur di ekonomi terbesar wilayah tersebut, yakni Jerman. Mechanical Engineering Industry Association (VDMA) pada Senin (23/9) kemarin memperkirakan produksi akan turun 2% pada tahun 2020 mendatang.

Loading...