Selasa Pagi, Rupiah Melemah Jelang Rilis PDB Kuartal III

Rupiah - bisnis.tempo.coRupiah - bisnis.tempo.co

JAKARTA – harus berbalik drop pada Selasa (5/11) pagi menjelang angka bruto (PDB) Indonesia kuartal III 2019. Menurut Bloomberg Index, Garuda mengawali transaksi dengan melemah 12 poin atau 0,09% ke level Rp14.026 per dolar AS. Sebelumnya, spot berakhir menguat 25 poin atau 0,18% di posisi Rp14.014 pada Senin (4/11) kemarin.

Menurut , hari ini Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data PDB Indonesia kuartal III 2019. Menurut estimasi median para analis dalam survei Bloomberg, Indonesia akan tumbuh sebesar 5% secara tahunan. Prediksi ini tidak jauh berbeda dari konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia, yang memperkirakan tumbuh sebesar 5,012% secara tahunan.

“Dari sejumlah data terakhir, penjualan ritel dan pertumbuhan penjualan otomotif memang mengalami penurunan pada kuartal III dibandingkan dengan kuartal II,” ujar ekonom Bank Permata, Josua Pardede kepada Bisnis saat ditemui di Bursa Efek Indonesia. “ kita agak melambat jadi 5,02% dari yang sebelumnya sekitar 5,17%.”

Hampir senada, kepala ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, juga memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun ini hanya 5%. Menurutnya, angka pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari kuartal II 2019 itu disebabkan sentimen yang minim. Ini artinya, pendorong kenaikan konsumsi seperti di kuartal II, seperti Ramadan dan Lebaran, sudah tidak ada lagi.

Sementara, hingga akhir tahun, Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Fauzi Ichsan, bilang bahwa pertumbuhan ekonomi dalam negeri akan berada di rentang 5% hingga 5,1%. Pergerakan nilai tukar rupiah masih menjadi penopang pertumbuhan Indonesia. Begitu juga dengan pemangkasan suku bunga acuan dari bank sentral AS atau Federal Reserve.

“Sampai kuartal IV, tidak akan berubah banyak karena memang pertumbuhan ekonomi stabil. Yang menjadi support buffer perbankan itu ‘kan pertumbuhan ekonomi ditambah turunnya suku bunga global dan suku bunga rupiah, serta stabilnya kurs,” ujarnya. “Saya sendiri memproyeksi suku bunga acuan The Fed akan tetap rendah di 2020.”

Loading...