Selasa Sore, Rupiah Melemah Jelang Rapat Federal Reserve

Rupiah - kabarbisnis.comRupiah - kabarbisnis.com

JAKARTA – Tidak seperti beberapa transaksi sebelumnya, rupiah kali ini gagal mengatrol posisi ke area merah pada perdagangan Selasa (28/4) sore ketika fokus investor tertuju pada pertemuan dua hari . Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda ditutup melemah 60 poin atau 0,39% ke level Rp15.445 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) di posisi Rp15.488 per dolar AS, menguat 103 poin atau 0,66% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.591 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya melawan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,82% menghampiri rupiah.

Dari , dolar Australia sedang menuju level tertinggi enam minggu pada hari Selasa, karena tanda-tanda kemajuan untuk pembukaan kembali membantu mata uang sensitif ini menutup sebagian besar penjualan panik pada bulan Maret kemarin. Dolar Kanguru telah melakukan rally lebih dari 17% dari level terendah 17 tahun yang tercatat bulan lalu dan sekarang diperdagangkan di posisi 0,6438 terhadap greenback, sedikit di bawah puncak multi-minggu terhadap euro, pound, dan yen.

“Dolar Aussie saat ini berada dalam mode binatang,” kata kepala penelitian di pialang Pepperstone, Chris Weston, seperti dilansir Reuters. “Sebagian bahwa itu adalah cara terbaik Anda untuk bermain reflasi, semacam proxy untuk pasar ekuitas. Momentum telah tiba untuk naik, karena pedagang tampaknya tidak terlalu khawatir tentang fundamental dan lebih fokus pada prospek penilaian.”

Di Australia, ketika angka kematian akibat tidak lagi tinggi, daerah-daerah mulai melonggarkan pembatasan pergerakan. Pantai Bondi di Sydney sudah dibuka kembali untuk para peselancar pada hari Selasa ini. Sementara itu, Italia, yang memiliki jumlah kematian tertinggi kedua di dunia akibat coronavirus, memungkinkan pabrik dibuka kembali pada 4 Mei saat negara itu bersiap untuk mengakhiri lockdown terpanjang di Eropa.

Saat ini, investor menantikan rapat Federal Reserve yang akan berlangsung dua hari hingga Rabu (29/4) waktu setempat. Pertemuan kali ini dilatarbelakangi data yang suram, termasuk data pengangguran dan data penjualan ritel. Gubernur The Fed, Jerome Powell, diperkirakan tidak akan mengumumkan inisiatif baru pada akhir dari pertemuan mereka kali ini.

Loading...