Rabu Sore, Rupiah Berbalik Merah Jelang Putusan Fed

Rupiah - inapex.co.idRupiah - inapex.co.id

JAKARTA – Rupiah harus berbalik ke area merah pada Rabu (11/12) sore di tengah penantian pasar terhadap hasil rapat kebijakan di tengah pekan ini dan keputusan tambahan AS untuk impor China. Menurut paparan Index, Garuda ditutup melemah 18 poin atau 0,13% ke level Rp14.038 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi Bank menetapkan berada di posisi Rp14.025 per dolar AS, terdepresiasi 21 poin atau 0,15% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.005 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang juga tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,2% dialami won Korea Selatan.

Dari pasar , indeks dolar AS terpantau bergerak lebih tinggi pada hari Rabu, di tengah penantian investor terhadap hasil rapat Federal Reserve dan rencana AS untuk menerapkan tarif tambahan kepada China pada akhir minggu nanti. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,103 poin atau 0,11% ke level 97,516 pada pukul 12.18 WIB, meneruskan tren positif di pembukaan.

Diberitakan Reuters, fokus investor saat ini tertuju pada apakah AS, Donald Trump, akan mengenakan tarif tambahan terhadap barang-barang konsumsi Tiongkok senilai 160 miliar dolar AS atau tidak pada tanggal 15 Desember mendatang. Investor umumnya percaya bahwa tarif akan setidaknya ditunda untuk menyelamatkan kesepakatan perdagangan dengan China.

Sebelumnya, laporan Wall Street Journal sempat mengatakan bahwa pejabat dari AS dan China sudah meletakkan landasan untuk mendorong kembali batas waktu tarif 15 Desember. Para penasihat dan perdagangan Gedung Putih diperkirakan akan bertemu dalam beberapa hari mendatang dengan Trump mengenai keputusan itu.

Ketidakpastian ekonomi yang berasal dari perang perdagangan AS-China telah mendorong Federal Reserve untuk memangkas suku bunga tiga kali tahun ini. Hampir dengan suara bulat, bank sentral tersebut diperkirakan akan membiarkan suku bunga tidak berubah pada rapat pekan ini. “Itu adalah ketenangan sebelum badai. Pasar telah lama percaya bahwa tarif tambahan akan dihindari,” tutur ekonom pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ayako Sera.

Loading...