Bergerak Labil, Rupiah Ditutup Melemah Jelang FOMC Meeting

Rupiah - news.okezone.comRupiah - news.okezone.com

JAKARTA – Bergerak labil, harus menyudahi Selasa (10/12) di area merah di tengah kegelisahan menjelang rapat kebijakan dan penetapan terbaru AS. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.47 WIB, Garuda berakhir melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.020 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.004 per dolar AS, menguat 17 poin atau 0,12% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.021 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia fluktuatif terhadap , dengan kenaikan tertinggi 0,18% dialami peso Filipina dan pelemahan terdalam sebesar 0,24% menghampiri won Korea Selatan.

Dari global, indeks dolar AS juga tidak stabil pada hari Selasa, di tengah kegelisahan investor menjelang batas waktu tarif AS terhadap China, pemilihan di Inggris, serta pertemuan The Fed dan Bank Sentral Eropa. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,022 poin atau 0,02% ke level 97,622 pada pukul 11.56 WIB setelah sebelumnya mampu dibuka di zona hijau.

Dilansir Reuters, investor menantikan apakah Washington akan melanjutkan putaran tarif baru pada hari Minggu (15/12) mendatang, atau apakah kesepakatan dengan China dapat dicapai sebelum itu. Penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, sebelumnya sempat bilang bahwa batas waktu 15 Desember masih ada, tetapi Bloomberg melaporkan, Menteri Pertanian AS, Sonny Perdue, mengatakan tarif mungkin tidak berlaku.

“Ada dua risiko,” ujar analis FX Westpac, Imre Speizer. “Tensi perdagangan masih merupakan faktor utama, tetapi saya pikir pasar masih cukup optimis tentang pencarian risiko. Semua gerakan kecil ini hanya asap dan kebisingan, tidak benar-benar memberi tahu Anda apa yang sedang terjadi. Prasangka positif akan menjadi sentimen keseluruhan.”

Sentimen lainnya, data nonfarm payrolls AS yang mengalami lonjakan perekrutan di bulan November kemarin telah membuat greenback mengembalikan kerugian. Laporan tersebut membuat investor hampir yakin bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunganya pada pertemuan yang dijadwalkan berlangsung tengah pekan ini.

Di belahan Bumi yang lain, Bank Sentral Eropa juga diharapkan untuk mempertahankan suku bunga stabil, sementara nasib pound sterling berada di tangan para pemilih pada pemilihan Inggris di hari Kamis (12/12) esok. Pound sterling sempat berada di level 1,3144 terhadap dolar AS pada pekan lalu, karena jajak pendapat menunjukkan kemenangan Partai Konservatif yang cukup menentukan untuk mengamankan mayoritas parlemen.

Loading...