Rabu Sore, Rupiah Melemah dan Harga Bitcoin Kembali Naik

Rupiah - www.sindonews.comRupiah - www.sindonews.com

JAKARTA –  harus menerima kenyataan tenggelam di area merah pada Rabu (24/3) sore, terpengaruh perpanjangan lockdown Eropa ketika AS diperkirakan akan terus mengalami rebound yang signifikan, menarik minat aset aman. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 14.57 WIB, Garuda berakhir melemah 28,5 poin atau 0,20% ke level Rp14.425 per AS.

Sementara itu, data yang dirilis Bank Indonesia pukul 10.00 WIB menempatkan acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.455 per dolar AS, terdepresiasi 34 poin dari sebelumnya di level Rp14.421 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, gerak rupiah juga terpantau turun 0,33%.

“Perkiraan saya rupiah bisa terus melemah selama AS masih terus begini,” ujar ekonom senior, Chatib Basri, seperti dilansir dari CNBC Indonesia. “Hanya saja, pelemahan yang akan terjadi bertahap sampai kepada titik tertentu. Tidak seperti tahun lalu maupun krisis sebelumnya, ketika pelemahan sangat drastis sehingga menimbulkan kepanikan.”

Pelemahan rupiah terjadi karena persoalan yang terjadi di AS. Ekonomi negeri Paman Sam tersebut diperkirakan lebih cepat, efek dari kebijakan fiskal yang agresif. Meskipun The Fed sudah mengisyaratkan akan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang lebih longgar, paling tidak hingga 2023, tidak begitu percaya dan lebih memilih mengambil posisi sebelum kenaikan suku bunga acuan.

Dari pasar global, indeks dolar AS sebagai aset safe-haven mendekati level tertinggi empat bulan pada hari Rabu, didorong kekhawatiran atas gelombang ketiga COVID-19 di Eropa, potensi kenaikan pajak AS, dan meningkatnya ketegangan antara Barat dan China yang melemahkan selera risiko. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,029 poin atau 0,03% ke level 92,365 pada pukul 10.53 WIB.

“Indeks tersebut terlihat bertekad untuk menguji ujung atas kisaran 91-93 yang lebih tinggi, yang menurut kami akan terbentuk dalam beberapa minggu mendatang,” tulis ahli strategi Westpac dalam sebuah catatan, dikutip dari Reuters. “Ketika lockdown Eropa diperpanjang, AS akan mengalami rebound yang mengesankan dalam beberapa bulan mendatang di tengah peluncuran vaksin, pembayaran stimulus, dan pembukaan kembali ekonomi.”

Di sisi lain, Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir mengalami fluktuasi yang cukup ekstrem. Menurut data Coindesk, Bitcoin berada di angka 55.066,05 dolar AS atau sekitar Rp795,7 juta pada Kamis dini hari. Kemudian, hari ini pukul 14.59 WIB, harganya naik menjadi Rp801.839.517,9 berdasarkan data Coinbase. Sementara itu, menurut Bitcoin.co.id pada waktu yang sama, harganya berada di angka Rp819.970.000.

Loading...