Senin Pagi, Rupiah Melemah Tipis Saat Ekonomi AS Alami Resesi

Rupiah membuka perdagangan Senin (3/8) dengan melemah - www.beritasatu.com

JAKARTA – Rupiah gagal memanfaatkan momentum ketika ekonomi dilaporkan mengalami resesi akibat . Menurut paparan Index, Garuda membuka Senin (3/8) dengan melemah 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.605 per AS. Sebelumnya, pada transaksi Kamis (30/7), spot sudah berakhir terdepresiasi 57 poin atau 0,40% di posisi Rp14.600 per AS.

Pada Jumat (31/7) dini hari WIB, ekonomi AS dilaporkan mengalami kontraksi sebesar 32,9% sepanjang bulan April hingga Juni 2020, sekaligus penurunan terburuk sepanjang sejarah negara tersebut. Bisnis yang terhenti selama lockdown pada musim semi tahun ini membuat Negeri Paman Sam harus terjerumus dalam resesi pertama dalam 11 tahun terakhir.

Dilansir Detik Finance, pada bulan April, lebih dari 20 juta pekerjaan di negara tersebut lenyap ketika bisnis tutup dan sebagian besar warga harus tinggal di rumah. Itu adalah penurunan terbesar sejak sejarah pencatatan dimulai lebih dari 80 tahun yang lalu. Klaim untuk tunjangan pengangguran pun meroket dan masih belum sepenuhnya pulih hingga saat ini.

Selain AS, ekonomi Eropa juga dilaporkan mengalami penurunan sebesar 11,9% sepanjang kuartal kedua tahun ini, setelah sebelumnya minus 3,2% pada kuartal pertama. Hasil survei atas aktivitas bisnis menunjukkan bahwa ekonomi Eropa sekarang dalam mode pemulihan. Namun, ancaman gelombang lanjutan Covid-19 mulai nampak. “Di Prancis, kasus harian positif corona merayap kembali ke tingkat yang sama seperti saat penutupan dibuka pada awal Mei, pun dengan Spanyol dan Italia,” catat Robert Koch Institute.

Sementara itu, di dalam negeri, investor saat ini tengah menantikan Indeks Konsumen (IHK) atau inflasi bulan Juli 2020 yang akan diumumkan siang nanti. Ekonom Permata, Josua Pardede, memprediksi bahwa inflasi akan mencapai 0,05% secara month-to-month atau mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya karena masih terjadi deflasi pada sejumlah pangan, seperti bawang merah, bawang putih, dan daging ayam.

Loading...