Akhir Pekan, Penguatan Dolar Bikin Rupiah Stay di Zona Merah

Rupiah - www.dbs.comRupiah - www.dbs.com

JAKARTA – gagal mengatrol posisinya ke area hijau pada Jumat (27/9) sore, seiring dengan penguatan yang dialami greenback yang membuat sebagian di kawasan bergerak lebih rendah. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda melemah 8 poin atau 0,06% ke level Rp14.173 per dolar AS.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan referensi Jisdor berada di posisi Rp14.197 per dolar AS, terdepresiasi 35 poin atau 0,24% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.162 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang Asia juga tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,32% dialami dolar Hong Kong.

Dari global, indeks dolar AS mampu bergerak lebih tinggi pada akhir pekan, ketika hati-hati menimbang gejolak di AS dan menunggu giliran berikutnya dalam negosiasi perdagangan dengan China. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,085 poin atau 0,09% ke level 99,217 pada pukul 13.37 WIB setelah kemarin berakhir .

“Tren dolar AS yang positif tetap utuh di tengah penghindaran risiko yang didorong kekhawatiran perang dagang,” tutur analis Westpac, Imre Speizer, dilansir Reuters. “Selain itu, AS yang tangguh dan sikap yang semakin kurang dovish dari anggota Federal Reserve mampu mendukung greenback. Ada juga sedikit risiko politik di dalamnya, melalui Timur Tengah dan Brexit.”

Dilaporkan CNBC, diplomat top China mengatakan bahwa negaranya bersedia membeli lebih banyak produk asal AS. Karena itu, pembicaraan perang dagang pun masih berada di jalurnya dan dijadwalkan pada tanggal 10 sampai 11 Oktober di Washington. Ini menguatkan harapan bahwa negosiasi antara kedua ekonomi terbesar dunia akan membawa kemajuan.

“Deskripsi satu kata tentang perdagangan pasar mata uang hari ini, hampir mati,” kata ahli strategi pasar CMC Markets di Sydney, Michael McCarthy. “Saya pikir apa yang ditanggapi beberapa pedagang adalah kurangnya berita. Menjadi jelas bahwa jika transaksi (AS-China) akan dilakukan di sini, itu akan dilakukan secara tertutup. Itu tidak akan dilakukan melalui Twitter atau di berita utama. Kami akan mencari kabarnya minggu depan.”

Loading...