Akhir Pekan, Rupiah Melemah Jelang Rilis Data NFP AS

Rupiah - market.bisnis.comRupiah - market.bisnis.com

JAKARTA – Rupiah praktis tidak memiliki tenaga untuk bangkit ke zona hijau pada perdagangan Jumat (4/6) sore karena dihimpit sejumlah sentimen negatif ketika pasar menantikan nonfarm payroll AS bulan Mei 2021. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 14.58 WIB, Garuda berakhir melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.295 per AS.

Sementara itu, mayoritas mata uang juga bergerak negatif pada akhir pekan. Won Korea Selatan menjadi yang terpuruk setelah terkoreksi 0,36%, diikuti ringgit Malaysia yang turun 0,16%, baht Thailand yang melemah 0,06%, dan dolar Singapura yang terdepresiasi 0,02%. Mata uang negara maju pun setali tiga uang, termasuk dolar Kanada, franc Swiss, poundsterling Inggris, dan euro.

“Pelemahan rupiah terjadi karena yield AS kembali menguat ke kisaran 1,62%,” tutur analis pasar uang, Ariston Tjendra, dikutip dari CNN Indonesia. “Selain itu, data tenaga kerja, klaim pengangguran, dan indeks aktivitas sektor di AS juga membaik. Membaiknya data AS tersebut membuka peluang perubahan kebijakan moneter AS ke arah yang lebih ketat, dan ini memicu penguatan dolar AS.”

Hampir senada, CNBC Indonesia dalam analisisnya menyimpulkan bahwa hari ini, lumayan banyak sentimen negatif yang berpotensi melemahkan rupiah. Minat terhadap aset berisiko sedang rendah, yang tercermin dari koreksi di bursa saham New York. Selain itu, ketegangan AS dan China kembali meruncing setelah Presiden AS, Joe Biden, melarang warganya untuk berinvestasi besar-besaran di perusahaan Negeri Panda.

“Data ketenagakerjaan terbaru AS juga kurang kondusif bagi pasar keuangan,” tulis CNBC Indonesia. “Sektor swasta AS menciptakan 978.000 lapangan kerja baru selama Mei 2021. Realisasi itu lebih baik ketimbang bulan sebelumnya, dengan penciptaan lapangan kerja sebanyak 654.000, juga lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan perkiraan 650.000.”

Saat ini, investor tengah menantikan rilis laporan nonfarm payrolls bulan Mei 2021 yang akan diumumkan Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Jumat petang waktu setempat. Konsensus pasar memperkirakan akan ada 664.000 baru selama bulan kemarin, bangkit dari penghitungan 266.000 yang mengecewakan selama April 2021.

Loading...