Senin Pagi, Rupiah Melemah Jelang Rilis Data Inflasi

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (3/5) pagi - www.beritasatu.com

JAKARTA – Rupiah harus tergelincir ke area merah pada perdagangan Senin (3/5) pagi ketika pasar menantikan laporan terbaru data inflasi Indonesia yang akan dirilis siang nanti. Menurut paparan Index pukul 09.04 WIB, Garuda melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.455 per AS. Sebelumnya, spot sempat berakhir menguat tipis 5 poin atau 0,03% di posisi Rp14.445 per AS pada Jumat (30/4) kemarin.

“Anggaran infrastruktur AS, ditambah menguatnya AS, serta inflasi yang baik, akan memengaruhi pergerakan rupiah terhadap ,” ujar Head of Economics Research Pefindo, Fikri C. Permana, dikutip dari Kontan. “Mungkin ini akan menjadi perhatian di hari Senin, ini juga akan mendorong rupiah terdepresiasi di awal pekan.”

Sementara itu, macroeconomics analyst Bank Danamon, Irman Faiz, mengatakan bahwa perbaikan impor dan periode pembayaran dividen oleh perusahaan multinasional masih membayangi pergerakan nilai tukar rupiah dalam waktu dekat. Prospek permintaan dolar AS yang tinggi akan menjadi pengganjal, sehingga penguatan rupiah pada April hingga Mei akan terbatas.

“Mungkin pada akhir kuartal ini, akan ada penguatan rupiah yang berarti. Sebelum semester dua nanti, tekanan akan lebih besar datang dari perbaikan aktivitas impor dalam negeri dan kemungkinan kenaikan yield ,” kata Faiz, seperti dilansir dari Bisnis. “Di sisi lain, ekspektasi tapering oleh The Fed yang lebih terukur serta penurunan yield Treasury dinilai bisa menjadi penopang rupiah bersama mata uang lainnya.”

Sentimen yang tidak kalah penting lainnya adalah rilis data Indeks () bulan April 2021 yang akan diumumkan BPS pada hari ini. Sejumlah ekonom memperkirakan akan terjadi inflasi sebesar 0,17% secara bulanan dan 1,46% secara tahunan karena didorong kenaikan sejumlah komoditas, seperti daging sapi, daging , dan telur.

“Kenaikan bahan makanan tersebut berkaitan dengan adanya peningkatan konsumsi masyarakat menjelang bulan puasa,” tutur ekonom Bank Permata, Josua Pardede. “Laju bulanan inflasi sisi permintaan cenderung meningkat sejalan dengan potensi peningkatan konsumsi, seiring penyaluran bantuan sosial, pembayaran THR, dan stimulus lainnya yang diperkirakan mendongkrak permintaan pada bulan April.”

Loading...