Dolar Masih Merah, Rupiah Justru Melemah di Akhir Oktober

Rupiah - ekbis.sindonews.comRupiah - ekbis.sindonews.com

JAKARTA – ternyata tidak mampu menjaga tren pada Kamis (31/10) sore, meski pelemahan terus dialami , terutama di , setelah Federal Reserve memutuskan untuk memangkas acuan. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.56 WIB, mata uang Garuda melemah 12 poin atau 0,09% ke level Rp14.043 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.008 per dolar AS, menguat 36 poin atau 0,25% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.044 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia kompak mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,66% menghampiri won Korea Selatan.

Dari pasar , indeks dolar AS harus bergerak turun terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Kamis, setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuan dan memberikan sinyal untuk potensi jeda pemotongan lebih lanjut. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,336 poin atau 0,34% ke level 97,310 pada pukul 15.47 WIB.

Seperti dilansir Reuters, dalam menurunkan tingkat kebijakannya sebesar 25 basis poin ke kisaran target antara 1,50% hingga 1,75%, The Fed menjatuhkan referensi sebelumnya dalam pernyataan kebijakannya bahwa ‘akan bertindak sesuai’ untuk mempertahankan ekspansi ekonomi, bahasa yang dianggap sebagai tanda untuk pemotongan di masa depan. Namun, kurangnya sinyal eksplisit dari The Fed terkait jeda pelonggaran dianggap kurang hawkish sehingga membuat dolar drop.

“Pernyataan yang baru itu mencoba untuk menjaga opsi mereka terbuka dan menempatkan mereka kembali ke mode yang bergantung pada ekonomi,” papar manajer portofolio di Fidelity International di London, Tim Foster. “Namun, ini juga dapat berarti bahwa mereka hanya memiliki lebih sedikit pilihan daripada yang mereka pikirkan.”

Nilai tukar dolar AS juga turun terhadap aset safe haven seperti yen, karena terpengaruh berita bahwa Chili telah menarik diri sebagai tuan rumah KTT APEC pada November mendatang. Padahal, agenda tersebut menurut rencana akan dipakai AS dan China untuk mengambil langkah-langkah besar guna mengakhiri perang dagang yang berlangsung lebih dari setahun.

Loading...