Rupiah Melemah 77 Poin di Awal Dagang, Pasar Masih Antisipasi BI RR Rate

Jakarta – Nilai tukar dibuka melemah 77 poin atau 0,58 persen ke Rp 13.422 per dolar AS di awal pagi hari ini, Kamis (17/11). Kemudian Garuda kembali 72 poin atau 0,54 persen ke level Rp 13.417 per dolar AS.

Sedangkan pada perdagangan kemarin, rupiah berakhir menguat 24 poin atau 0,18 persen ke Rp 13.345 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang Rp 13.316 hingga Rp 13.345 per dolar AS. Hingga kini rupiah masih terpengaruh oleh penguatan indeks dolar pada hari kedelapan perdagangan.

Salah seorang yakin jika kondisi AS akan terbantu oleh kebijakan Donald sebagai presiden AS terpilih yang akan menggenjot infrastruktur dan meningkatkan inflasi. Pada Rabu kemarin tercatat data manufaktur AS meningkat untuk bulan kedua dan memperbesar kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga acuan pada Desember menjadi 94%.

Sedangkan beberapa analis memperkirakan jika kenaikan dolar AS kemungkinan akan terbatas sebelum Gubernur The Fed Janet Yellen menyampaikan pidatonya pada Kamis. “Masih ada beberapa ruang pergerakan dalam indeks dolar,” ujar Greg Anderson, Kepala Strategi Valuta Asing Global di Bank of Montreal.

Dari dalam negeri sendiri para pelaku pasar sedang menanti hasil pengumuman rapat dewan gubernur (RDG) Bank pada sore hari ini. BI diprediksi mempertahankan BI RR Rate pada angka 4,75%. Dengan ekspektasi tersebut, rupiah diperkirakan berpeluang untuk menguat.

“Kecenderungan menguat,” ujar Analis Bahana Securities, Muhammad Wafi. Terutama karena menurut Research & Analyst Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra sentimen global masih belum memiliki dampak yang terlalu signifikan atas pergerakan rupiah.

Loading...