Rupiah Melemah 30 Poin, Tertekan Probabilitas Kenaikan Suku Bunga The Fed

Jakarta – Hingga akhir perdagangan , Rabu (24/8), rupiah masih belum bisa beranjak dari zona merah. Sore ini ditutup 0,23 persen atau 30 poin ke level Rp 13.252 per AS. Sedangkan pagi tadi, rupiah dibuka di posisi Rp 13.250 per AS.

Berdasar data dari Bloomberg Index, sepanjang pagi sampai sore hari ini rupiah diperdagangkan di kisaran Rp 13.235 – Rp 13.287 per dolar AS. Dalam perdagangan hari ini, kekuatan dolar AS sedang berjaya di atas beberapa mata uang utama dunia.

Dolar AS menguat seiring meningkatnya kemungkinan kenaikan (The Fed). Menurut survei yang dilakukan Bloomberg, sebagian besar analis pasar memprediksi jika The Fed akan segera menaikkan suku bunga. Beberapa pakar memperkirakan jika The Fed paling cepat menaikkan suku bunganya pada bulan September atau .

“Investor masih ragu-ragu, soal The Fed yang akan menaikkan suku bunga,” kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo terkait pergerakan mata uang garuda.

The Fed, Janet sendiri akan memberikan pengumuman suku bunga terbaru lewat pertemuan yang akan dilakukan pada Jumat depan di Jakson Hole, Wyoming.

Sementara itu, Ekonom PT Samuel Sekuritas, Rangga Cipta mengungkapkan jika rupiah dan mata uang Asia lainnya cenderung melemah sampai Senin sore. Setelah kebijakan moneter, kini pasar sedang fokus kepada kebijakan fiskal. Terutama berkaitan tentang tax amnesty dan juga rencana penghematan APBN yang diutarakan oleh Indonesia.

Loading...