Rupiah melemah 13 basis poin di Rp 12.603/USD

BBM naik hari ini dibuka dengan penurunan sebesar 13 basis poin di sesi pembukaan antar bank lokal di Jakarta hari ini (Senin, 19/1) . Rupiah bertengger di ditik Rp 12.603 per Amerika, 13 basis poin dari posisi sebelumnya di Rp 12.590 per Dolar Amerika pada sesi penutupan hari Jumat pekan lalu (16/1).

“Sentimen negatif eksternal masih sangat kuat sehingga penurunan tidak membantu meningkatkan nilai Rupiah,” kata Pakar Ekonomi Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, yang diwawancara hari ini. Rangga juga mengatakan bahwa penurunan sejatinya akan membantu menurunkan tingkat inflasi di Indonesia, yang seharusnya membawa sentimen positif bagi Rupiah, namun sentimen ini masih lemah jika dibandingkan dengan sentimen negatif eksternal di domestik saat ini. “Kami memperkirakan bahwa akan ada tekanan yang cukup kuat pada Rupiah sepanjang hari ini,” imbuh Rangga.

Secara terpisah, Reza Priyambada selaku Kepala Riset di Woori Korindo Securities Indonesia mengatakan bahwa domestik memiliki kesempatan yang baik untuk menguat, tetapi masih terbatas. “Setelah mengumumkan penurunan harga BBM pada hari Jumat lalu, kami melihat adanya sentimen positif yang dapat membantu memperkuat posisi Rupiah di pasar,” kata Reza yang kemudian menjelaskan bahwa perlambatan inflasi ini diharapkan dapat menurunkan harga kebutuhan pokok. Di sisi yang berbeda, juga mempertahankan suku bunga acuan yang mengindikasikan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia akan tetap kuat di masa depan.

Loading...