Rupiah Melejit Usai Pernyataan Jerome Powell Terkait Suku Bunga AS

Rupiah - waspada.co.idRupiah - waspada.co.id

Jakarta – Rupiah dibuka menguat sebesar 64 poin atau 0,44 persen ke posisi Rp 14.465 per dolar AS di awal perdagangan pagi hari ini, Kamis (29/11). Sebelumnya, Rabu (28/11), Garuda berakhir terdepresiasi 14 poin atau 0,10 persen ke level Rp 14.529 per dolar AS setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 14.521 hingga Rp 14.545 per USD.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Dolar AS melemah di akhir dagang usai pernyataan Ketua Jerome Powell di hadapan Klub New York. Menurut Powell, masih sedikit di bawah netral, sehingga meningkatkan spekulasi untuk kenaikan yang lebih sedikit pada masa mendatang.

“Suku bunga masih rendah berdasarkan standar historis, dan mereka tetap sedikit di bawah kisaran luas perkiraan tingkat yang akan menjadi netral untuk ekonomi, yaitu tidak mempercepat atau memperlambat pertumbuhan,” ujar Powell, seperti dilansir Antara.

Menurut , pidato Powell mengisyaratkan bahwa The Fed akan memperlambat laju pengetatan kebijakan moneternya. Sebab ucapan Powell tersebut secara luas dipandang sebagai dovish shift dari apa yang dikatakannya terkait suku bunga The Fed awal bulan Oktober 2018 lalu.

Sebelumnya Powell menuturkan bahwa suku bunga merupakan sebuah ‘jalan panjang’ dari apa yang disebut tingkat netral. Hal tersebut yang menimbulkan pasar berharap adanya kenaikan suku bunga keempat pada bulan Desember tahun ini, usai kenaikan pada September lalu.

Lewat pidatonya, Powell menegaskan jika laju bertahap dalam kenaikan suku bunga The Fed ini bertujuan untuk menyeimbangkan risiko-risiko. “The Fed menganggap sama seriusnya risiko kenaikan terlalu cepat dan pelambatan ekspansi ekonomi, serta di sisi lain kenaikan terlalu lambat dan mendorong inflasi lebih tinggi atau ketidakstabilan keuangan,” ungkapnya.

Rupiah sendiri kemarin melemah di saat dolar AS menjadi aset safe haven seiring dengan antisipasi hasil pertemuan KTT G-20 pekan ini. “Belum terlihat ada perubahan hubungan ke arah positif antara AS dan China,” ujar Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi, seperti dilansir Kontan.

Kepala Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro pun mengatakan jika Bank merasa nyaman dengan level rupiah di kisaran Rp 14.500 per USD. “Apabila ada pelemahan, relatif minimal karena didominasi penguatan indeks dollar,” tandasnya.

Loading...