Rupiah Melaju di Awal Pekan Meski Data Ekonomi AS Membaik

Meski data ketenagakerjaan menunjukkan perbaikan, namun tetap mampu karena sentimen yang datang dari dalam negeri. Seperti diwartakan Index, mata uang Garuda membuka awal pekan ini (13/3) dengan naik 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.359 per AS. Kemudian, pada pukul 08.45 WIB, spot kembali menguat 18 poin atau 0,13% ke Rp13.358 per AS.

Akhir pekan kemarin, data nonfarm payroll AS pada bulan Februari 2017 diumumkan meningkat sebesar 235 ribu pekerja, dengan sektor konstruksi mencatat kenaikan terbesar hampir 10 tahun. Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan bahwa data Februari ini lebih tinggi dari bulan Januari yang sebanyak 227 ribu pekerja, sedangkan data pada pekerja pada bulan Desember 2016 hanya tumbuh 157 ribu orang.

Pencapaian data nonfarm payroll AS sebanyak 235 ribu membuat The Fed diharapkan segera menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan 14-15 Maret mendatang. Selain itu, Gubernur The Fed, Janet Yellen, pada pekan lalu sudah mengisyaratkan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga dengan melihat data AS yang solid.

“Akhir pekan kemarin, laju rupiah mampu berbalik positif meski pergerakan dolar AS juga sedang naik seiring dengan membaiknya data-data ketenagakerjaan Paman Sam,” papar Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada. “Namun, apresiasi dolar AS tersebut diimbangi dengan penguatan laju euro usai Bank Sentral Eropa memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya.”

Sementara itu, dari internal, Reza menuturkan bahwa sentimen positif masih ada setelah Menteri Perekonomian, Darmin Nasution, memberikan keyakinannya pada ekonomi kuartal I 2017 yang dapat mencapai 5% dari periode kuartal I 2016 sebesar 4,92%. “Selain itu, asumsi potensi penurunan kredit perbankan untuk pacu yang disampaikan Bank jika dapat terjaga di kisaran 3% hingga 4%,” tambah Reza.

“Kami berharap, penguatan rupiah bisa berlanjut di kisaran level support Rp13.320 per dolar AS dan resistance Rp13.308 per dolar AS,” sambung Reza. “Tetap antisipasi berbagai sentimen yang ada yang dapat berpengaruh pada berubahnya arah pergerakan rupiah.”

Loading...