Rupiah Masih Kokoh Bertengger di Zona Hijau

Rupiah - republika.co.idRupiah - republika.co.id

Jakarta dibuka naik 16 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp 13.875 per dolar AS di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (27/4). Sebelumnya, Kamis (26/4), berakhir terapresiasi 30 poin atau 0,22 persen ke level Rp 13.891 per dolar AS setelah diperdagangkan pada kisaran angka Rp 13.880 hingga Rp 13.950 per .

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur gerak the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Kamis (26/4) atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS menguat 0,45 persen menjadi 91,581 lantaran para pelaku kini tengah mencermati sejumlah data ekonomi yang baru saja dirilis.

Departemen Perdagangan Amerika Serikat melaporkan bahwa pesanan baru untuk barang tahan lama yang diproduksi pada Maret 2018 naik 2,6 persen melebihi perkiraan pasar. Sedangkan Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, pada pekan yang berakhir 21 April 2018, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 209.000, turun 24.000 dari tingkat yang telah direvisi pada pekan sebelumnya. Angka tersebut merupakan level terendah sejak 6 Desember 1969 yang kala itu mencapai 202.000

Menurut Putu Agus Pransuamitra, Analis PT Monex Investindo Futures, dalam jangka pendek atau sepekan ke depan, gerak rupiah masih akan dipengaruhi oleh faktor eksternal. Pada Jumat (27/4) AS akan melaporkan data advance GDP. Apabila data tersebut lebih rendah dari prediksi, maka rupiah pun berpeluang untuk menguat pada perdagangan Senin (30/4) depan dan berlanjut sampai hari Rabu (2/5).

Tetapi pekan depan juga dijadwalkan adanya rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis (3/5). “Dalam rapat tersebut akan jelas apakah benar ada peluang menaikkan sebanyak empat kali di tahun ini atau tidak,” ungkap Putu, seperti dilansir Kontan.

Apabila The Fed memastikan akan kenaikan suku bunga hingga 4 kali tahun ini, maka rupiah akan kembali melanjutkan pelemahan. Sebaliknya, apabila The Fed hanya menaikkan suku bunga 3 kali sepanjang 2018, maka menurut Putu rupiah akan berbalik menguat.

Loading...