Rupiah Lanjutkan Penguatan Pasca Pidato Powell yang Bernada Dovish

Mata uang rupiah - www.medcom.idMata uang rupiah - www.medcom.id

Jakarta mengawali pagi hari ini, Rabu (27/2) dengan penguatan sebesar 7 poin atau 0,05 persen ke level Rp 13.985 per AS. Sebelumnya, Selasa (26/2), kurs Garuda berakhir terapresiasi 26 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp 13.992 per .

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS melemah 0,42 persen menjadi 96,0088 usai Ketua Jerome Powell menyampaikan pernyataan yang bernada dovish.

Dalam kesaksian semi tahunannya di hadapan Kongres, Powell menyatakan jika Amerika Serikat sehat, namun memperingatkan tentang arus lintas dan sinyal-sinyal yang saling bertentangan. “ keuangan menjadi lebih tidak stabil menjelang akhir tahun, dan kondisi keuangan sekarang kurang mendukung pertumbuhan daripada awal tahun lalu,” ujar Powell, seperti dilansir iNews.

Lebih lanjut Powell menambahkan jika bank sentral juga bakal mengambil pendekatan yang sabar dalam menentukan perubahan mendatang dalam kebijakan moneter. Keputusan kebijakan The Fed nantinya akan terus bergantung pada data dan mempertimbangkan informasi terbaru kondisi-kondisi ekonomi serta prospek yang berkembang.

Rupiah sendiri kemarin berhasil menguat lantaran minim sentimen dan data terbaru. Menurut Ferry Latuhihin, Chief Economist Tanamduit, penguatan rupiah ke bawah Rp 14.000 per dolar AS dinilai terlalu cepat. Penguatan itu pun diproyeksikan tak akan berlangsung lama dan kurs rupiah akan segera kembali ke level Rp 14.000 per dolar AS.

Ferry menyatakan jika rupiah masih akan bergerak di kisaran Rp 14.000 lantaran masih belum ada data atau sentimen yang mampu menopang gerak rupiah terhadap dolar AS. “Karena sepi berita, para investor masih bersikap wait and see, belum ada berita yang mampu mengubah pergerakan rupiah untuk bergerak menguat tajam,” jelas Ferry, seperti dilansir Kontan. Pada perdagangan hari ini, Rabu (27/2), Ferry memprediksi rupiah akan kembali melemah ke rentang Rp 14.000 hingga Rp 14.100 per dolar AS.

Loading...