Rupiah Lanjutkan Penguatan ke Level Rp 14.541/USD di Awal Dagang

Rupiah - www.republika.co.idRupiah - www.republika.co.id

Jakarta mengawali perdagangan pagi hari ini, Jumat (23/11), dengan penguatan sebesar 39 poin atau 0,27 persen ke posisi Rp 14.541 per AS. Sebelumnya, Kamis (22/11), Garuda berakhir terapresiasi 22,5 poin atau 0,15 persen ke level Rp 14.580 per USD setelah bergerak pada kisaran Rp 14.583 hingga Rp 14.607 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,23 persen menjadi 96,4872 lantaran para investor yakin bahwa Inggris dan Uni Eropa akan mencapai kesepakatan sebelum berlaku.

Pada Kamis (22/11) sore Perdana Menteri Inggris Theresa May menuturkan bahwa ia akan melakukan segala yang mungkin agar kesepakatan Brexit segera berada dalam genggaman. Melalui pernyataannya terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Inggris (House of Commons), May mengungkapkan bahwa rancangan kesepakatan yang disetujui Inggris dengan Uni Eropa memuat poin-poin yang baik untuk kedua belah pihak.

“Mengakhiri gerakan bebas sekali dan untuk selamanya. Inggris setuju dengan Uni Eropa, yang baik untuk kedua belah pihak. Mengakhiri gerakan bebas sekali dan untuk selamanya,” ujar May, seperti dilansir iNews.

Berdasarkan , Inggris dan Uni Eropa (UE) sebenarnya setuju terkait kesepakatan yang menetapkan hubungan masa depan mereka sebelum pertemuan puncak yang akan diselenggarakan pada Minggu (25/11) mendatang. Setelah adanya berita tersebut, mata uang euro dan pound sterling pun kompak menguat dan menyebabkan dolar AS tertekan.

Rupiah pun pada perdagangan kemarin ketika pasar AS libur Thanksgiving rupanya berhasil menguat. Menurut Ekonom Bank Central David Sumual, laporan data-data ekonomi Amerika Serikat yang negatif sebelum pasar libur rupanya telah memberikan sentimen positif untuk pergerakan rupiah.

Data pemesanan barang tahan lama dan data keyakinan konsumen di AS rupanya menurun, demikian pula dengan angka klaim pengangguran AS yang justru mengalami peningkatan. Meskipun saat ini masih belum ada data ekonomi terbaru dari dalam negeri, kondisi pasar keuangan Indonesia dinilai masih stabil dan menopang gerak rupiah. “Aliran dana asing masih terlihat masuk, baik di pasar saham maupun dalam beberapa pekan terakhir,” tutur David, seperti dilansir Kontan.

Loading...