Senin Pagi, Rupiah Lanjut Menguat Usai Libur Panjang

Rupiah menguat pada perdagangan Senin (24/8) pagi - www.inews.id

JAKARTA – Tren positif masih berlanjut pada Senin (24/8) pagi setelah pasar domestik libur panjang seiring peringatan Tahun Baru . Menurut data Index, mata uang Garuda dibuka 17,5 poin atau 0,12% ke level Rp14.755 per dolar AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 72,5 poin atau 0,49% di posisi Rp14.772,5 per dolar AS pada Rabu (19/8) lalu.

“Penguatan rupiah sepekan kemarin didorong keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan acuan di level 4,00% dan sejalan dengan perkiraan konsensus,” tutur analis HFX International Berjangka, Ady Phangestu, dilansir Kontan. “Sementara dari luar, ketidakpastian di AS menjadi sentimen positif untuk rupiah. Hal ini terjadi setelah stimulus terkait di AS tak kunjung pasti, menyebabkan pelemahan greenback.”

Untuk perdagangan awal pekan ini, sejumlah ekonom memperkirakan rupiah masih dapat bergerak menguat. Analis Global Kapital Investama, Alwi Assegaf, mengatakan, rupiah berpeluang mengalami penguatan karena sentimen risk-on akan terjadi pada perdagangan hari ini, seiring dengan data-data ekonomi di beberapa negara yang mencatatkan hasil yang cukup baik.

“Data PMI di zona Euro dirilis lebih rendah dari perkiraan, baik sektor jasa maupun manufaktur. Namun, kedua PMI tersebut masih di atas angka 50, artinya masih ekspansi. Sementara, di Inggris, kedua PMI . tersebut dirilis lebih baik dari perkiraan,” ujar Alwi. “Jika data PMI di AS juga menunjukkan angka , tidak menutup kemungkinan aset berisiko akan terangkat. Tentu hal ini bisa menjadi sentimen positif buat rupiah.”

Sementara itu, Ady menambahkan bahwa kelanjutan paket stimulus bantuan pandemi di AS yang masih menjadi pembahasan DPR setempat akan punya pengaruh besar. Jika paket stimulus AS tersebut disepakati dan cair, bisa membuat pergerakan rupiah melemah. “Spot akan bergerak di kisaran Rp14.700 hingga Rp14.900 per dolar AS,” kata Ady.

Sedikit berbeda, Head of Economic Research Pefindo, Fikri C. Permana, seperti disalin dari Bisnis, memperkirakan rupiah pada pekan ini akan berada dalam tren depresiasi meski tidak sedalam pekan sebelumnya. Pasalnya, secara fundamental, rupiah masih cukup baik dan ditopang oleh perekonomian yang relatif masih terjaga.

Loading...