Pengangguran AS Naik, Rupiah Lanjut Menguat di Awal Pekan

Rupiah menguatRupiah menguat pada perdagangan awal pekan (4/11) ini - republika.co.id

JAKARTA – mampu meneruskan penguatan terhadap greenback pada awal pekan (4/11) ini ketika data nonfarm payrolls sedikit di bawah ekspektasi. Menurut laporan Index, Garuda dibuka 37 poin atau 0,26% ke level Rp14.002 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik tipis 4 poin atau 0,03% di posisi Rp14.039 per AS pada Jumat (1/11) kemarin.

Akhir pekan kemarin, Biro Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa total pekerjaan non-pertanian diperluas menjadi 128 ribu pekerjaan, lebih tinggi dari ekspektasi sebesar 89 ribu pekerjaan. Bersamaan dengan ini, angka utama untuk bulan sebelumnya terjadi revisi ke atas dari136 ribu menjadi 180 ribu. Meski demikian, tingkat mengalami kenaikan menjadi 3,6%, sesuai dengan konsensus pasar.

“Data dari Negeri Paman Sam yang di bawah proyeksi bakal menjadi beban dolar AS. Hal ini dapat dimanfaatkan rupiah untuk menguat,” ujar ekonom Bank Central , David Sumual, dilansir dari Kontan. “Sokongan tambahan bagi rupiah juga datang dari keraguan terhadap upaya perundingan perjanjian dagang dengan AS.”

Dikatakan David, Negeri Tembok Raksasa ini pesimistis bahwa hasil negosiasi dagang dapat bertahan lama karena AS masih enggan menurunkan tarif bea impor lebih dalam. Hal tersebut membuat mata uang safe haven seperti yen dan franc Swiss menguat, tetapi tidak untuk dolar AS. David pun memprediksi rupiah dapat bergerak pada kisaran Rp14.000 hingga Rp14.080 per dolar AS.

Sementara itu, Kepala Riset PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, menilai bahwa penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen positif dari potensi terjadinya kesepakatan dagang antara AS dan China. Menurutnya, ada potensi penguatan nilai tukar rupiah karena penandatanganan perjanjian dagang fase 1 antara AS dan China pada bulan November ini.

“Selain itu, terjadi peredaan kekhawatiran pelaku pasar karena isu Brexit yang tidak menghasilkan kesepakatan dan pemangkasan suku bunga acuan AS,” sambung Ariston, dikutip dari CNN Indonesia. “Hal tersebut juga turut membantu penguatan nilai rupiah terhadap dolar AS dan akan bergulir di rentang Rp13.970 hingga Rp14.050 per dolar AS.”

Loading...