Awali Pekan, Rupiah Lanjut Menguat 38 Poin

Rupiah menguatRupiah lanjut menguat pada Senin (19/8) pagi - jakartainsight.com

JAKARTA – mampu melanjutkan tren positif yang telah dibukukan akhir pekan (16/8) kemarin saat membuka perdagangan Senin (19/8) pagi. Menurut data Index, mata uang Garuda mengawali dengan menguat 38 poin atau 0,27% ke level Rp14.202 per . Sebelumnya, spot sudah berakhir naik 34 poin atau 0,24% di posisi Rp14.240 per pada Jumat lalu.

“Tekanan terhadap rupiah mereda usai AS, Donald Trump, memutuskan untuk menunda kenaikan terhadap hingga 15 Desember mendatang,” tutur analis uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri, dilansir Kontan. “Di samping itu, inversi kurva yield Treasury AS yang terjadi sejak tengah pekan kemarin sejauh ini belum berdampak banyak pada pergerakan rupiah.”

Reny menambahkan, sementara dari dalam negeri, pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo yang membahas perkembangan dan visi-misi Indonesia ke depan dapat menjadi modal positif bagi rupiah di awal pekan ini. Posisi mata uang Garuda juga masih aman lantaran defisit neraca dagang yang terjadi di bulan Juli lalu tidak seburuk yang diperkirakan sebelumnya.

“Hanya saja, potensi penguatan rupiah akan dibatasi oleh penantian para pelaku pasar terhadap agenda Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tengah pekan nanti. BI akan mempertimbangkan situasi global sebelum memutuskan apakah akan kembali memangkas atau tidak,” sambung Reny. “Rupiah kemungkinan akan bergulir di kisaran Rp14.210 hingga Rp14.298 per dolar AS.”

Hampir senada, analis Monex Investindo Futures, Andian, mengatakan bahwa data neraca perdagangan di bulan Juli 2019 yang dilaporkan defisit 63,5 juta dolar AS ternyata tidak membuat rupiah terluka. Pasalnya, angkanya lebih mini ketimbang proyeksi analis yang sebesar 384,5 juta dolar AS. Karena itu, dirinya pun optimistis rupiah bisa bergerak sideway di rentang Rp14.150 hingga Rp14.300 per dolar AS.

Loading...