Awali Hari Senin, Rupiah Lanjut Melemah 16 Poin

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (11/11) pagi - bisnis.com

JAKARTA – masih tertahan di area merah ketika membuka Senin (11/11) pagi. Menurut laporan Index, Garuda mengawali dengan melemah 16 poin atau 0,11% ke level Rp14.030 per . Sebelumnya, spot juga berakhir terdepresiasi dengan kisaran yang sama di posisi Rp14.014 per AS pada Jumat (8/11) kemarin.

“Rupiah berpotensi mengalami koreksi sepanjang pekan ini seiring dengan imbal hasil obligasi dengan tenor 10 tahun AS bergerak lebih tinggi sehingga menguatkan ,” papar Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir Bisnis. “Naiknya imbal hasil obligasi AS akan berimbas pada penguatan dan berujung melemahkan rupiah.”

Sedikit berbeda, Direktur Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan bahwa rupiah memiliki potensi menguat pada perdagangan hari ini. Neraca dagang yang dilaporkan positif akan mengerek nilai tukar mata uang Garuda. Selain itu, penurunan defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal III 2019 menjadi 46 juta dolar AS juga akan menjadi sentimen positif bagi rupiah.

“Namun, perlu waspada. Keputusan Moody’s memangkas outlook peringkat utang India dari stabil menjadi negatif juga bisa menekan nilai tukar rupiah,” timpal Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, dilansir Kontan. “India dan Indonesia memiliki kondisi yang mirip, maka outlook India yang turun juga bisa membuat rupiah tertekan.”

Selain itu, perkembangan negosiasi dagang antara AS dan China juga masih menjadi sentimen utama penggerak mata uang di kawasan Asia. AS dan China sendiri masih memiliki komitmen untuk menandatangani perjanjian tersebut pada November ini atau awal Desember mendatang, meski poin yang akan menjadi kesepakatan masih belum jelas sehingga menimbulkan keraguan.

Untuk perdagangan awal pekan ini, Ibrahim memprediksi rupiah akan menguat dan bergerak di kisaran Rp13.975 hingga Rp14.040 per dolar AS, sedangkan Josua memperkirakan spot akan bergulir dalam rentang Rp13.990 hingga Rp14.050 per dolar AS. Sementara, Ariston menuturkan rupiah pada pekan ini akan berada di kisaran Rp13.900 hingga Rp14.100 per dolar AS.

Loading...