Senin Sore, Rupiah & Kurs Asia Tertekan Virus Corona

Rupiah melemah terhadap dolarRupiah melemah pada perdagangan Senin (27/1) sore - www.vibiznews.com

JAKARTA – praktis tidak memiliki kekuatan untuk keluar dari zona merah pada Senin (27/1) sore, ketika mayoritas Asia cenderung tertekan, menyusul laporan terbaru mengenai dampak yang makin meluas. Menurut catatan Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah 32 poin atau 0,24% ke level Rp13.615 per AS.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp13.612 per dolar AS, menguat 20 poin atau 0,14% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.632 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia bergerak lebih rendah, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,77% menghampiri won Korea Selatan.

Bloomberg melaporkan, mata uang di Benua Kuning kompak terdepresiasi di tengah menurunnya pamor aset berisiko menyusul berita terbaru mengenai bertambahnya korban jiwa akibat wabah berjenis baru. Komisi Kesehatan Nasional mengonfirmasi ada 2.744 kasus penularan di Negeri Tirai Bambu daratan, dengan jumlah kematian bertambah menjadi 80 korban jiwa.

“Ancaman terbesar terhadap ekonomi global bukan hanya karena penyakit ini yang menyebar dengan cepat ke berbagai negara melalui jaringan terkait dengan perjalanan global,” tutur kepala strategi pasar Asia di AxiTrader, Stephen Innes. “Namun juga, karena guncangan ekonomi terhadap mesin industri dan konsumsi kolosal China, yang akan menyebar ke negara-negara lain melalui hubungan perdagangan dan keuangan.”

Ketika aset berisiko dihindari, yen Jepang terus berburu karena dinilai sebagai aset yang aman di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi. Mata uang Negeri Sakura naik ke tempat tertinggi dalam tiga minggu terhadap dolar AS, sedangkan yuan China jatuh ke level terendah sejak 8 Januari. Yen terpantau menguat 0,21%, sedangkan yuan melorot 0,52% pada pukul 11.28 WIB.

Dilansir Reuters, pemerintah China mengumumkan akan memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek hingga 2 Februari, untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian virus corona baru, demikian laporan penyiaran negara CCTV, Senin pagi. Sementara itu, Hong Kong telah melarang masuknya pengunjung dari Provinsi Hubei China, demikian juga otoritas kesehatan di seluruh dunia yang berlomba untuk mencegah pandemi virus.

Loading...