Rupiah Kembali Terhempas ke Zona Merah di Tengah Penantian Hasil RDG BI

Rupiah - ekonomi.kompas.comRupiah - ekonomi.kompas.com

Jakarta dibuka melemah 23,5 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp 14.607,5 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (15/8). Kemarin, Selasa (14/8), kurs Garuda berakhir terapresiasi 24 poin atau 0,16 persen ke level Rp 14.584 per USD setelah diperdagangkan pada kisaran angka Rp 14.440 hingga Rp 14.720 per dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa (14/8) atau Rabu pagi WIB, kurs dolar AS terpantau naik 0,35 persen menjadi 96,738 terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya lantaran isu Turki terus menghambat pergerakan euro.

Pada Selasa (14/8), kekhawatiran pasar terhadap eksposur bank-bank Eropa ke Turki telah mengakibatkan euro tersungkur di pasar spot dan dilaporkan melemah ke posisi terendah 13 bulan terhadap the Greenback. Meski demikian, mata uang lira Turki telah berhasil rebound 6,7 persen terhadap dolar AS pada Selasa (14/8) usai anjlok ke level terendah sepanjang masa di angka 7,24 pada Senin (13/8) lalu.

Berdasarkan laporan dari perusahaan data AS FactSet, lira sudah mengalami penurunan lebih dari 40 persen terhadap dolar AS sepanjang tahun 2018 ini. Pada bulan Agustus 2018 ini saja lira kabarnya sudah anjlok hampir 25 persen.

Rupiah sendiri kemarin di akhir dagang sempat menguat lantaran krisis ekonomi di Turki mulai mereda. “Selain itu terbantu juga dengan adanya upaya pemerintah meredakan pelemahan rupiah,” kata analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, seperti dilansir Kontan.

Tetapi rupiah masih dibayangi oleh sentimen negatif dari defisit berjalan Indonesia pada kuartal II 2018 yang mencapai angka 3 persen. Akan tetapi, Direktur Garuda Berjangka Ibrahim berpendapat, meski defisit berjalan mengalami kenaikan, Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif, yaitu sebesar 5,27 persen selama bulan April-Juni 2018 lalu. Di samping itu, juga masih terjaga pada level 3 persen.

Akan tetapi pada perdagangan hari ini rupiah akan banyak dipengaruhi oleh hasil rapat dewan gubernur (RDG) . “Kemungkinan BI masih mempertahankan suku bunga untuk bulan ini dan baru akan menaikkan di bulan September atau Oktober mendatang,” tandas Reny.

Loading...