Rupiah Kembali Menguat Saat Mayoritas Kurs Asia Keok

bisnis.liputan6.com

Rupiah mampu bangkit ke zona hijau di penutupan dagang Kamis (5/10) ini ketika mayoritas uang di Asia bergerak melemah menyusul data ekonomi AS yang membaik. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI mengakhiri transaksi dengan naik 13 poin atau 0,10% menuju level Rp13.464 per dolar AS.

Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (4/10) kemarin, rupiah mampu ditutup menguat 65 poin atau 0,48% di posisi Rp13.477 per dolar AS. Kemudian, pagi tadi, uang Garuda sempat membuka transaksi dengan melemah tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.479 per dolar AS. Sepanjang hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.444 hingga Rp13.490 per dolar AS.

Dari global, indeks dolar AS memang bergerak menguat terhadap sekeranjang uang dunia setelah data-data ekonomi terbaru memberikan sentimen positif terhadap perekonomian Paman Sam. Pertumbuhan sektor jasa AS mencapai laju tercepat dalam 12 tahun pada September kemarin. Selain itu, para pengusaha juga menambah banyak pekerja baru usai Badai Harvey dan Irma.

Menurut analis uang Brown Brothers Harriman, Tokyo, Jepang, Masashi Murata, pasar nampaknya memberikan pengaruh positif ke dolar AS karena indikasi yang lebih baik akan pertumbuhan ekonomi Paman Sam. Sementara, analis Mitsui Asset Management, Masahiro Ichikawa, berpendapat bahwa saham didukung karena data ekonomi pada umumnya kuat.

Saat ini, investor sedang menanti risalah pertemuan Bank Sentral Eropa yang diperkirakan akan memberikan sinyal tetap menjalankan kebijakan pengetatan moneter. Di samping itu, dinantikan juga laporan gaji non- pada Jumat (6/10) esok. Ekonom memperkirakan kenaikan gaji sebesar 90 ribu pada September 2017, lebih rendah dari rata-rata tahun lalu yang sekitar 175 ribu.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia mematok kurs tengah berada di level Rp13.483 per dolar AS, naik tipis 6 poin atau 0,04% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.489 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,15% dialami dolar Singapura, disusul rupee India yang melorot 0,13%.

Loading...