Rupiah Kembali Berakhir Stagnan Meski Gerak Dolar Cenderung Sempit

yang bergerak di kisaran yang sempit seiring hampir pastinya kenaikan suku bunga masih belum mampu dimanfaatkan untuk di perdagangan Rabu (8/3) ini. Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri transaksi hari ini di level Rp13.350 per AS, posisi yang sama dengan perdagangan sebelumnya.

Membuka perdagangan hari ini, rupiah bergerak stagnan di posisi Rp13.350 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda mampu bergerak ke zona hijau setelah menguat 10 poin atau 0,107% ke level Rp13.340 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.41, spot kembali naik 3 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.347 per dolar AS, namun gagal dimanfaatkan hingga akhir dagang.

Hari ini, pergerakan indeks dolar AS memang cenderung melemah ketika memilih sikap wait & see jelang pengumuman ketenagakerjaan Paman Sam. Setelah dibuka melemah 0,070 poin atau 0,07% ke level 101,740, the greenback kembali terdepresiasi 0,020 poin atau 0,02% ke posisi 101,790 pada pukul 12.55 WIB.

Sepanjang pekan lalu, dolar AS sempat menyentuh level tertinggi dalam dua bulan setelah sejumlah pejabat The Fed mengangkat wacana kemungkinan kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan FOMC di bulan Maret ini. Namun, sekarang the greenback melaju di kisaran sempit dengan terbatasnya kesempatan untuk kenaikan besar.

“Kenaikan dolar AS terlihat terbatas di saat pasar telah hampir memastikan kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Maret,” papar Senior Forex Strategist IG Securities, Junichi Ishikawa. “Fokus saat ini beralih pada berapa banyak The Fed dapat mengetatkan kebijakan mereka di tahun 2017 ini.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.340 per dolar AS, naik 10 poin atau 0,07% dibandingkan perdagangan sebelumnya di Rp13.350 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia menguat versus the greenback, dengan penguatan tertinggi menghampiri yen Jepang sebesar 0,27% dan won Korea Selatan sebesar 0,22%.

Loading...