Rupiah Jaga Peluang Ungguli Dolar AS Usai Harga Minyak Kembali Naik

Rupiah mengawali perdagangan Kamis (25/2) dengan dibuka menguat 16 poin atau 0,12 persen ke Rp13.396 per AS. Kemudian menurut data Index pukul 08.02 WIB, rupiah kembali menguat 7 poin atau 0,05 persen ke Rp13.405 per AS.

Sepanjang perdagangan , mata uang Garuda diprediksi melanjutkan penguatannya. Pasalnya, meski masih ada ketidakpastian kebijakan dalam negeri, namun tekanan domestik sudah mereda. Hal ini ditandai dengan bangkitnya rupiah saat Rabu (24/2), diiringi menguatnya indeks harga gabungan (IHSG) pada hari yang sama.

“Rupiah hari ini berpeluang melanjutkan sentimen penguatannya,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Sentimen buruk akibat intervensi pemerintah di ekonomi sudah mereda, meski ketidakpastian belum sepenuhnya hilang.”

Rangga menambahkan, harga minyak yang kembali juga bisa memberikan dorongan terhadap aset berdenominasi rupiah untuk pada perdagangan hari ini. Hingga dini hari tadi, harga minyak jenis ditutup naik hampir 4 persen setelah sebelumnya turun tajam. Sementara, harga minyak jenis WTI untuk pengiriman April naik 28 sen menjadi 32,15 per barel.

“Meski begitu, indeks dolar AS masih mendapat topangan tenaga karena dipicu pelemahan tajam poundsterling di tengah isu Inggris yang akan keluar dari Zona Euro,” sambungnya. “Angka inflasi Zona Euro ditunggu sore nanti, yang diperkirakan tetap rendah di 0,4 persen YoY.”

Terjaganya prospek rupiah di zona hijau juga dikemukakan oleh Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Yulia Safrina. Menurutnya, rupiah melanjutkan tren positif dan relatif stabil, meski tidak ada faktor penggerak yang signifikan.

Rupiah tertolong sajian data ekonomi AS yang belum positif sehingga membebani dolar AS. Sebelumnya, data consumer confidence AS bulan Januari 2016 turun dari 97,8 ke level 92,2. Kemudian pada Rabu kemarin, data penjualan rumah baru di AS juga diprediksi dari 544.000 menjadi 522.000.

“Data tersebut menyebabkan para pelaku pasar masih mempertahankan aset mereka di Indonesia,” jelas Yulia. “Hal ini yang membuat inflow ke pasar keuangan dan bursa domestik bertahan selama sepekan ini, sehingga menguntungkan rupiah.”

Karena itu, tambah Yulia, peluang rupiah mempertahankan keunggulan atas dolar AS masih terbuka lebar. “Pada perdagangan hari ini, rupiah akan bergerak di Rp13.300 hingga Rp13.450 per dolar AS,” pungkasnya.

Loading...