ECB Longgarkan Kebijakan, Rupiah Hijau di Akhir Pekan

Rupiah - www.tribunnews.comRupiah - www.tribunnews.com

JAKARTA – mampu menjaga laju di teritori hijau hingga perdagangan Jumat (13/9) sore, setelah European Central Bank memulai putaran baru pelonggaran kebijakan mereka, yang mendukung aset berisiko. Menurut catatan Index pada pukul 15.57 WIB, Garuda berakhir menguat 27 poin atau 0,20% ke level Rp13.967 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.950 per dolar AS, melonjak 102 poin atau 0,72% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp14.052 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang sukses mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,56% menghampiri dolar Taiwan.

Dilansir dari Bloomberg, mata uang Benua Kuning mampu bergerak stabil, bahkan cenderung menguat, setelah European Central Bank (ECB) memulai putaran baru pelonggaran kebijakan moneter mereka. Dalam rapat yang berakhir Kamis (12/9) waktu setempat, ECB memangkas deposito sebesar 10 basis poin ke rekor terendah minus 0,5% dan mengatakan akan memulai kembali obligasi senilai 20 miliar euro pada awal November mendatang.

Di sisi lain, pergerakan indeks dolar AS harus berbalik melemah pada akhir pekan, ketika optimisme yang terjaga tentang resolusi untuk perang perdagangan AS-China mendorong imbal hasil Treasury lebih tinggi dan membebani mata uang safe haven. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,117 poin atau 0,12% ke level 98,192 pada pukul 13.49 WIB.

Reuters memberitakan, dalam jangka yang sangat pendek, optimisme yang terjaga tentang resolusi untuk perang perdagangan AS-China akan terus mendorong imbal hasil Treasury lebih tinggi dan membebani mata uang safe haven. Namun, optimisme ini bisa berumur pendek karena masih diperkirakan bakal memotong suku bunga acuan mereka pada pekan depan.

telah berhasil mengurangi pesimisme mereka tentang pembicaraan perdagangan AS-China, yang merupakan faktor pendukung untuk saat ini,” kata manajer umum penelitian di Gaitame.com Research Institute di Tokyo, Takuya Kanda. “Namun, setelah mulai fokus pada penurunan suku bunga The Fed, persepsi akan berubah. Imbal hasil Treasury yang tinggi kemungkinan akan mulai melayang lebih rendah.”

Loading...