Selasa Sore, Rupiah Turun Tipis Jelang Rapat Fed

Rupiah - BBC.comRupiah - BBC.com

JAKARTA – Rupiah sekali lagi gagal mengatrol posisi ke teritori hijau pada perdagangan Selasa (9/6) sore, ketika investor menantikan langkah selanjutnya dari yang bakal melangsungkan rapat pada tengah pekan ini. Menurut laporan Index pada pukul 14.56 WIB, Garuda ditutup melemah 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.890 per dolar AS.

Sementara itu, menurut data yang disajikan , kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada hari ini berada di posisi Rp13.973 per dolar AS, terdepresiasi tipis 17 poin atau 0,13% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.956 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang juga tidak berdaya melawan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,12% dialami rupiah.

Dari , indeks dolar AS mampu bangkit pada hari Selasa karena terhentinya lonjakan mata uang komoditas dan kenaikan yen Jepang menunjuk pada kekhawatiran investor atas langkah selanjutnya Federal Reserve. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,084 poin atau 0,08% menuju level 96,702 pada pukul 11.34 WIB, melanjutkan penguatan di sesi pembukaan.

Disalin dari Reuters, yen Jepang memperpanjang kenaikan semalam ke posisi 108,03 per dolar AS, tertinggi per minggu, karena investor mempertimbangkan kemungkinan peningkatan pembelian obligasi, atau bahkan hanya pandangan yang sangat dovish, dari The Fed yang dijadwalkan bertemu pada tengah pekan ini. Pada saat yang sama, dolar Australia dan Selandia Baru dengan cepat mundur dari puncaknya di awal perdagangan.

“Nama-nama Jepang telah sangat aktif sejak Senin (8/6) kemarin dalam dolar AS/yen, mencoba menukar kemungkinan semacam kontrol kurva hasil dari The Fed,” kata ahli valuta asing di Daiwa Securities di Tokyo, Yukio Ishizuki. “Saya pribadi tidak berpikir kontrol kurva hasil diperlukan sekarang, tetapi dolar AS berada di bawah tekanan jual yang jelas.”

Saat ini, fokus investor tertuju pada pertemuan Federal Reserve yang berlangsung selama dua hari hingga Rabu (9/6) waktu setempat. Sejumlah ekonom percaya bahwa bank sentral AS tidak akan mengubah level acuan pada rapat kali ini, dan sejak rilis angka pekerjaan pada minggu lalu, berjangka menunjukkan investor telah meninggalkan harapan bahwa nilai turun di bawah nol pada tahun depan.

Loading...