Rabu Sore, Rupiah Drop Saat DPR AS Selidiki Presiden Trump

Rupiah - www.jatengpos.comRupiah - www.jatengpos.com

JAKARTA – praktis tidak memiliki kekuatan untuk bangkit ke zona hijau pada Rabu (25/9) sore ketika aset berisiko cenderung dihindari di tengah kabar bahwa parlemen AS akan melakukan penyelidikan terhadap Donald Trump. Menurut Index pada pukul 15.39 WIB, mata uang Garuda melemah 38 poin atau 0,27% ke level Rp14.152 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.134 per dolar AS, terdepresiasi 35 poin atau 0,24% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.099 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang kompak bergerak lebih rendah, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,26% dialami won Korea Selatan.

“Sentimen eksternal masih lebih dominan dibandingkan dengan aksi unjuk rasa mahasiswa pada pergerakan rupiah kali ini,” tutur kepala riset dan edukasi PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra. “Sentimen eksternal masih lebih besar pengaruhnya terhadap pergerakan rupiah, seperti kekhawatiran perang dagang dan perlambatan dunia.”

Dari , indeks dolar AS juga cenderung negatif pada hari Rabu, karena meningkatnya jumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat yang menyerukan penyelidikan impeachment terhadap Presiden Donald Trump. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,206 poin atau 0,21% ke level 98,543 pada pukul 13.10 WIB.

Diberitakan Reuters, pada hari Selasa (24/9) kemarin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), AS, Nancy Pelosi mengumumkan akan membuka penyelidikan pemakzulan secara resmi terhadap Presiden AS, Donald Trump, karena tuduhan meminta bantuan asing untuk menyingkirkan pesaing jelang pemilihan 2020. Pelosi sendiri dijadwalkan akan membuat pernyataan publik pada jam 5 sore waktu setempat.

“Dolar AS sekarang mendapat banyak tekanan karena sepertinya risiko politik benar-benar mulai meresap ke dalam pasar,” kata direktur pelaksana strategi FX dengan BK Asset Management di New York, Boris Schlossberg. “Tindakan impeachment itu sangat sensitif terhadap aset risiko. Investor pun berlindung di aset safe haven yen Jepang dan franc Swiss karena mereka menunggu kejelasan lebih lanjut.”

Loading...