Rupiah Drop di Oktober pada Tingkat Spekulasi The Fed

JAKARTA – mengalami kemerosotan paling parah dalam bulan Oktober ini setelah memutuskan untuk mengakhiri program stimulus guna memicu spekulasi untuk menaikkan .

Perwakilan Federal Reserve mengatakan di Washington kemarin (29/10) bahwa membaiknya tenaga kerja di Amerika Serikat seperti menghentikan pembelian obligasi yang mengalir ke berkembang. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan dalam sebuah wawancara kemarin bahwa Prioritas utamanya kini adalah menjaga ketahanan dari efek kemungkinan peningkatan suku bunga Amerika Serikat yang lebih tinggi, caranya yaitu dengan mengurangi subsidi bahan bakar sebelum akhir tahun 2014.

rupiah-banknotes-indonesia“Keputusan Federal Reserve untuk mengakhiri Tindakan menaikkan suku bunga AS menunjukkan hal itu tetap berada di jalur untuk menormalkan kebijakan moneter,” kata Heru Irvansyah selaku Pakar PT Securities di Jakarta.

Nilai tukar rupiah diketahui melemah sebesar 0,6%. Penurunan ini merupakan yang terparah sejak 29 September 2014, yaitu Rp 12.149/USD. Sedangkan Nilai Saham obligasi menurut Inter Dealer Market Association , menguat sebesar 2 basis poin dari semula 8,375 % menjadi 8,13% persen. Penguatan ini merupakan level tertinggi sejak 17 Oktober 2014.

Loading...