Rupiah Ditutup Terapresiasi Jelang Libur Natal

Pada perdagangan hari ini (23/12), ditutup 21 poin atau 0,15%. Menurut laporan Bloomberg pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda ditutup di level Rp13.650 per dolar AS sebelum liburan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Raya Natal.

Sepanjang perdagangan hari ini, laju rupiah bergerak fluktuatif. Setelah dibuka melemah tipis 0,01% atau 1 poin ke level Rp13.672 per dolar AS, rupiah langsung menguat ke level Rp13.652 per dolar AS atau 19 poin pada pukul 08.01 WIB. Bahkan, rupiah sempat menyentuh level terkuat di Rp13.622 per dolar AS.

Apresiasi rupiah ini seiring dengan menguatnya mayoritas mata uang di kawasan regional Asia, seperti yang disampaikan Analis NH Korindo Securities , Reza Priyambada. “Masih positifnya laju terhadap laju dolar AS yang didukung oleh penguatan mata uang antara lain , yen (Jepang), (Korea Selatan), yuan (Cina), dan beberapa mata uang lainnya memberikan sentimen pada laju rupiah,” jelas Reza.

“Tidak hanya itu, imbas keputusan yang tidak menambah stimulus berimbas pada penguatan yen,” sambungnya. “Selain itu, sikap optimisme dari para petinggi BI terhadap laju rupiah yang akan stabil di tahun depan turut memberikan sentimen positif.”

Sementara menurut laporan Yahoo Finance pukul 16.09 WIB, rupiah ditutup di level Rp13.675 per dolar AS. Pada perdagangan pagi, rupiah dibuka di level Rp13.625 per dolar AS. Kemudian, rupiah bergerak fluktuatif di level Rp13.655 per dolar AS (terkuat) hingga Rp13.695 per dolar AS (terlemah).

Di transaksi Bank Indonesia, jual rupiah dipatok di level Rp13.712 per dolar AS. Sementara, beli berada di level Rp13.576 per dolar AS.

Loading...